Posisi Adi Darma Tak jelas
Gubernur : Dia Masih Cuti Untuk Pilkada
SAMARINDA - Pemkot Bontang agaknya belum akan memiliki Sekretaris Kota (Sekkot) definitif dalam waktu dekat. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, dirinya memang sudah menerima usulan tiga nama dari Pemkot Bontang untuk menjadi Sekkot difinitif di Kota Taman itu.
“Suratnya sudah masuk, nanti ya sesuai prosedur akan kita proses. Itu bukan suatu masalah. Suratnya sudah ada, tapi belum didalami,” katanya kepada harian ini via telepon, kemarin siang (19/3).
Lantas bagaimana nasib Adi Darma, mantan Sekkot Bontang yang kini nonaktif? Menurut Faroek, saat ini posisi Adi masih cuti karena mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kota tersebut.
“Jadi nanti kalau masa cutinya berakhir, baru kita bahas lagi. Apakah akan ditarik ke Pemprov atau bagaimana,” tuturnya.
Sementara itu, Adi Darma mengaku, hingga saat ini dirinya belum menerima Surat Keputusan (SK) penonaktifan dirinya dari Gubernur. Seperti diketahui, penonaktifan Adi dilakukan oleh Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam. “Mulai akhir tahun lalu sudah mendengar berita kalau saya mau dinonaktifkan,” katanya di Bontang, kemarin.
Dia kembali menjelaskan, surat soal penonaktifan dirinya pada awalnya akan dikirim oleh Wali Kota kepada Gubernur pada 14 Desember tahun lalu. Untuk mengindari gejolak yang lebih besar, dia pun mengambil inisiatif untuk mengundurkan diri dari jabatannya. “Di saat surat itu (surat wali kota) mau dikirim, saya mengundurkan diri,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum tahu pasti setelah mengundurkan diri akan ditempatkan di pos mana. Karena, SK Gubernur belum juga turun. Otomatis, dia belum memiliki posisi yang definitif.
“Bagaimana mau ditempatkan kalau SK belum ada. Saya ini masih PNS lho, seandainya Wali Kota mau menarik kembali bertugas, misalnya sebagai staf ahli atau bahkan staf kelurahan, saya siap aja,” ujarnya.
Di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang pun, terang dia, surat penempatan atau penonaktif dirinya juga tidak ada. Dia juga menambahkan, saat ini tengah bersiap untuk mendaftarkan diri pada pencalonan Wali Kota Bontang periode 2011-2016. Jadi, kegiatannya lebih banyak mengunjungi warga. Bisa dikatakan, aktifitas itu sebagai pencitraan dirinya bisa meraih simpatik untuk dipilih menjadi Bontang 1. “Sekarang ini saya jadi pengacara. Pengangguran banyak acara,” katanya, lantas tertawa. (far/*/ede/kpnn/metrobalikpapan.co.id/22/03/2010)
Lantas bagaimana nasib Adi Darma, mantan Sekkot Bontang yang kini nonaktif? Menurut Faroek, saat ini posisi Adi masih cuti karena mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kota tersebut.
“Jadi nanti kalau masa cutinya berakhir, baru kita bahas lagi. Apakah akan ditarik ke Pemprov atau bagaimana,” tuturnya.
Sementara itu, Adi Darma mengaku, hingga saat ini dirinya belum menerima Surat Keputusan (SK) penonaktifan dirinya dari Gubernur. Seperti diketahui, penonaktifan Adi dilakukan oleh Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam. “Mulai akhir tahun lalu sudah mendengar berita kalau saya mau dinonaktifkan,” katanya di Bontang, kemarin.
Dia kembali menjelaskan, surat soal penonaktifan dirinya pada awalnya akan dikirim oleh Wali Kota kepada Gubernur pada 14 Desember tahun lalu. Untuk mengindari gejolak yang lebih besar, dia pun mengambil inisiatif untuk mengundurkan diri dari jabatannya. “Di saat surat itu (surat wali kota) mau dikirim, saya mengundurkan diri,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum tahu pasti setelah mengundurkan diri akan ditempatkan di pos mana. Karena, SK Gubernur belum juga turun. Otomatis, dia belum memiliki posisi yang definitif.
“Bagaimana mau ditempatkan kalau SK belum ada. Saya ini masih PNS lho, seandainya Wali Kota mau menarik kembali bertugas, misalnya sebagai staf ahli atau bahkan staf kelurahan, saya siap aja,” ujarnya.
Di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang pun, terang dia, surat penempatan atau penonaktif dirinya juga tidak ada. Dia juga menambahkan, saat ini tengah bersiap untuk mendaftarkan diri pada pencalonan Wali Kota Bontang periode 2011-2016. Jadi, kegiatannya lebih banyak mengunjungi warga. Bisa dikatakan, aktifitas itu sebagai pencitraan dirinya bisa meraih simpatik untuk dipilih menjadi Bontang 1. “Sekarang ini saya jadi pengacara. Pengangguran banyak acara,” katanya, lantas tertawa. (far/*/ede/kpnn/metrobalikpapan.co.id/22/03/2010)




