UN, Pejabat Dilarang Mendekat
Sarjono : Bisa Ganggu Konsentrasi Pelajar
BALIKPAPAN- Para peserta Ujian Nasional (UN) benar-benar harus berkosentrasi dalam menjawab soal-soal yang diujikan. Bahkan, dalam pelaksanaan UN ini, semua pejabat dilarang masuk ke dalam ruang kelas. Larangan ini dilakukan, demi menjaga kelancaran pelaksanaan UN. "Pemantau masuk ke ruangan saat ada sesuatu yang mencurigakan.
Kebiasaan pejabat melakukan kunjungan ke sekolah saat ujian harus diperhatikan betul. Siapapun termasuk pejabat dilarang memasuki ruang ujian. Itu bisa menggangu konsentrasi pelajar. Itu jelas dalam aturan," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Balikpapan, Drs H Sarjono MSi.
BALIKPAPAN- Para peserta Ujian Nasional (UN) benar-benar harus berkosentrasi dalam menjawab soal-soal yang diujikan. Bahkan, dalam pelaksanaan UN ini, semua pejabat dilarang masuk ke dalam ruang kelas. Larangan ini dilakukan, demi menjaga kelancaran pelaksanaan UN. "Pemantau masuk ke ruangan saat ada sesuatu yang mencurigakan.
Kebiasaan pejabat melakukan kunjungan ke sekolah saat ujian harus diperhatikan betul. Siapapun termasuk pejabat dilarang memasuki ruang ujian. Itu bisa menggangu konsentrasi pelajar. Itu jelas dalam aturan," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Balikpapan, Drs H Sarjono MSi.
Jika ada pejabat yang keluar masuk untuk meninjau setiap ruang kelas, dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi para pelajar yang tengah berjuang mati-matian dengan soal UN. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), melarang siapa pun yang masuk ke dalam ruang ujian, selama ujian tersebut berlangsung, kecuali pengawas dan panitia.
Itupun, jika memang bersifat penting. “Kalau ada pejabat yang keluar masuk, dipastikan akan mengganggu konsentrasi pelajar dalam mengerjakan soal-soal UN tersebut. Kita ingin anak-anak bisa berkonsentrasi penuh menjawab soal-soal UN,” terang Sarjono di balaikota, baru-baru ini.
Ia mengatakan, jika pun ada pejabat yang datang meninjau ke sekolah saat pelajar mengerjakan ujian, hal ini bukan berarti si pejabat harus masuk ke dalam ruang kelas. Yang bersangkutan bisa melihat proses ujian tersebut melalui kaca jendela.
Meski demikian, hal itu juga diharapkan tidak sampai mengganggu pelajar saat mengerjakan ujiannya. Rencananya, Wali Kota H Imdaad Hamid SE dan Wakil Wali Kota (Wawali) HM Rizal Effendi SE bersama pejabat lainnya akan memantau langsung penyelengaraan UN di beberapa sekolah. “Kalaupun ada pemantauan, paling tidak hanya melihat dari luar ruangan kelas,” kata dia.
Terkait dengan keamanan soal-soal UN agar tidak terjadi kebocoran soal UN, Panitia UN Disidk Balikpapan , tidak mau berbuat ceroboh dengan membiarkan adanya kebocoran soal-soal UN.
Karena itu, melalui kerjasama dengan Tim Pemantau Independen (TPI), kepolisian serta inspektorat pendidikan, pihaknya berharap tidak akan ada oknum-oknum tertentu yang akan membocorkan soal-soal UN, sebelum soal tersebut tiba di tangan pelajar.
“Semua pengawas sudah kita instruksikan agar menjaga kekondusifan pelaksanaan UN di lapangan, serta menjaga agar tidak terjadi kebocoran soal-soal UN,” pungkas mantan Kepala Bappeda Balikpapan ini.(die/metrobalikpapan.co.id/22/03/2010)




