Berharap Makin Eksis Lestarikan Kesenian dan Budaya Di Kukar
Kesenian Maju Karya Lestarikan Rayakan Syukuran 7 Tahun
Kesenian Maju Karya yang didirikan sejak 2004 oleh Masrani MA, memasuki usia 7 tahun. Memperingati ini, pembina Maju Karya Bidang Kesenian di Tenggarong ini merayakan syukuran dan silaturahmi, beberapa waktu lalu.
Kiprah seni dan budaya yang dikembangkan Masrani tidak hanya berprestasi di Kukar, melainkan prestasi juga didapatkan saat lomba pantun dan syair se-Indonesia di Makassar Sulawesi Selatan dengan berhasil menyabet juara II lomba pantun dan syair tingkat nasional.
"Alhamdulillah Kesenian Maju Karya saat ini berusia 7 tahun sejak berdirinya pada tahun 2004. Dengan usia muda ini, kami terus berusaha tetap menghidupkan dan mengembangkan budaya dan seni di Kabupaten Kukar," kata Masrani.
Dikatakannya, kesenian dan bduaya yang dilakoni oleh anak muda-mudi saat ini sangat bersemangat. Bahkan tidak jarang mereka berhasil meraih prestasi gemilang di bidang kesenian.
"Motivasi dan bimbingan terus kami berikan kepada para muda-mudi kita, untuk melanjutkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian yang kita ajarkan kepada mereka. Namun tentunya hal ini memerlukan dukungan dari semua pihak dalam rangka mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian di Kukar," ungkapnya.
Diakuinya, selama menjalankan tugas membina kesenian Maju Karya, telah banyak prestasi. Baik di level daerah maupun tingkat nasional. "Kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah. Semoga kesenian Maju Karya terus eksis dan siap bersaing di bidang budaya dan kesenian, pada event-event berikutnya," katanya.
Ia menambahkan, dalam acara syukuran dan silaturahmi bersama para tokoh agama, pemuda dan undangan lainnya, juga bersama-sama mendoakan para pemimpin di Kukar selalu dalam keadaan sehat dan dapat melaksanakan aktivitasnya dengan baik dan lancar.
Untuk diketahui, personel Kesenian Maju Karya yang beralamatkan di Jl Selendreng Kelurahan Loa Ipuh kecamatan Tenggarong. Saat ini memiliki personel 108 orang, terdiri dari beragam suku. Adapun kesenian yang dibina di antaranya, tingkilan, jepen, begantar, tari temengang jalung, bekuntau. kemudian ada juga seni bela diri khas Kutai, belian, syair, pantun dan lainnya. (irw/hmp15/kaltimpost.co.id/06/04/2010)




