Tim Audit Inspektorat Turun
Sikapi Permasalahan Prodi D3 Keperawatan UB
TARAKAN- Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan H Badrun berjanji menurunkan tim audit dari Inspektorat Kota untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Ini menyikapi tuntutan ratusan mahasiswa program studi (prodi) D3 Keperawatan Universitas Borneo (UB) dalam pertemuan di ruang serba guna kantor Pemkot kemarin.
TARAKAN- Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan H Badrun berjanji menurunkan tim audit dari Inspektorat Kota untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Ini menyikapi tuntutan ratusan mahasiswa program studi (prodi) D3 Keperawatan Universitas Borneo (UB) dalam pertemuan di ruang serba guna kantor Pemkot kemarin.
Badrun yang juga ketua Badan Penyelenggara UB mengakui jika di Prodi D3 Keperawatan UB terjadi sejumlah permasalahan. “Harusnya dari tahun 1995 sudah diintegrasi, termasuk keuangan semua jadi satu. Beda dengan yang terjadi sekarang, ibarat rumah dapurnya terpisah,” kata Badrun.
“Mulai hari ini (kemarin, Red.) badan penyelenggara melalui rektor UB akan mengangkat pelaksana tugas harian direktur Akper UB yang baru. Hari ini juga saya akan membuat surat ke rektor,” kata Badrun di depan ratusan mahasiswa yang sampai saat ini masih mogok kuliah.
Untuk itu, dia meminta agar pemogokan mahasiswa segera diakhiri. “Badan penyelenggara tidak akan memaksa mahasiswa untuk masuk kuliah karena itu hak masing-masing. Tapi kami berharap, mulai besok (hari ini) mahasiswa masuk kuliah lagi karena Plh direktur akan ditetapkan. Dan mulai besok juga Prodi DIII Keperawatan UB akan diaudit,” tegas Badrun.
Dengan begitu, terhitung per tanggal 7 April kemarin, Direktur Prodi DIII Keperawatan UB tidak lagi dijabat Bethy Mariana, namun akan diisi pelaksana harian. “Plh direktur prodi DIII Keperawatan UB tidak lagi (Berthy) ini, tapi juga bukan orang lama. Semua akan kita benahi,” janjinya.
Menindaklanjuti rencana ini, rencananya pihak badan penyelenggara UB juga akan membuat surat mekanisme kepada rektor untuk rencana plan over manajemen agar direktur prodi DIII Keperawatan tidak lagi diangkat oleh Pemkot seperti yang terjadi saat ini. Namun direktur akan diambil dari kalangan pendidikan.
“Saya berharap persoalan ini dianggap sudah terjawab dan mahasiswa juga harus bertanggungjawab untuk melaksanakan perkuliahan. Dengan catatan, kalau ada persoalan lagi segera menghubungi saya,” jelas Badrun.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Tarakan Muhammad Yunus Abbas mengatakan, setelah surat perintah diterima oleh pihak inspektorat, saat itu juga pihaknya menurunkan tim audit. Petugas yang akan diturunkan akan menyesuaikan dengan jumlah permasalahan yang ditemukan.
Ada lima hal yang akan diaudit inspektorat. Yaitu, soal kelembagaan, keuangan, kepegawaian, serta barang dan aset. “Kami juga akan konfirmasi ke mahasiswa jika memang diperlukan,” kata Yunus Abbas.(ddq/kpnn/kaltimpost.co.id/08/04/2010)




