Pj Bupati Ajak Promosi Bersama
Berharap Pemkab Ikut Kenalkan Wisata Kukar
TENGGARONG – Kunjungan Bupati Pemkab Berau ke Tenggarong dimanfaatkan Pj Bupati Kukar Sulaiman Gafur mengenalkan potensi pariwisata di Kukar, khususnya Pulau Kumala. Dijelaskan Pj Bupati, Pulau Kumala yang luasnya 63,5 hektare, didalamnya terdapat berbagai wahana permainan, rekreasi dan akomodasi. Sejak Februari 2010 lalu, kawasan ini telah dikelola pihak ketiga yaitu El John. Kerja sama dengan El John merupakan salah satu usaha Pemkab lebih mengembangkan pariwisata.
TENGGARONG – Kunjungan Bupati Pemkab Berau ke Tenggarong dimanfaatkan Pj Bupati Kukar Sulaiman Gafur mengenalkan potensi pariwisata di Kukar, khususnya Pulau Kumala. Dijelaskan Pj Bupati, Pulau Kumala yang luasnya 63,5 hektare, didalamnya terdapat berbagai wahana permainan, rekreasi dan akomodasi. Sejak Februari 2010 lalu, kawasan ini telah dikelola pihak ketiga yaitu El John. Kerja sama dengan El John merupakan salah satu usaha Pemkab lebih mengembangkan pariwisata.
“Kami harap pulau ini menjadi andalan tujuan wisata di Kaltim, karena fasilitasnya tak kalah dengan tempat wisata di kota-kota besar lainnya,” ujar Sulaiman di hadapan Bupati Berau Makmur dan Wakil Bupati Berau HA Rivai.
Dalam kesempatan ini, Sulaiman juga menjelaskan sejarah Kukar. Mulai dari Kabupaten Kukar yang terdiri dari 18 Kecamatan, organisasi pemerintahan di Kukar, hingga objek wisata lainnya di Kukar.
Diakhir sambutan, Sulaiman juga mengajak Pemkab Berau untuk saling mempromosikan objek wisata pada kedua kabupaten itu. “Kami mohon agar para wistawan yang datang ke Derawan (salah satu Pulau wisata di Kab Berau, Red.) agar diberitahukan dan dikenalkan juga objek wisata di Kukar. Demikian sebaliknya, kami akan mempromosikan Pulau Derawan kepada wisatawan yang datang ke Kukar,” harapnya kepada jajaran Pemkab Berau.
Acara tersebut juga dirangkai dengan saling tukar cenderamata antardua kabupaten. Ini juga dimeriahkan dengan parade pakaian adat Kutai dilanjutkan dengan saling menyumbangkan suara oleh pejabat-pejabat dua kabupaten yang diiringi dengan poco-poco dan cha-cha bersama. Acara kemudian ditutup dengan tarian adat Dayak Benuaq yaitu tari Gantar dan Belian. (hmp03/kaltimpost.co.id/15/04/2010)




