Giliran Sekda Jenguk
Giliran Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda, Fadly Illa menjenguk tujuh pejabat pemkot yang ditahan di Rutan Sempaja karena kasus dugaan mark up pengadaan lahan gardu induk PLN senilai Rp 4,8 miliar, Senin (19/4) sore. Sebelumnya, Wakil Walikota Samarinda Syaharie Jaang menjenguk saat hari pertama penahanan mereka, Jumat (16/4) dan Walikota Samarinda Achmad Amins pada Sabtu (17/4) pagi.
"Kedatangan saya kali ini hanya memberikan semangat kepada mereka agar tabah menghadapi cobaan ini," kata Fadly usai menjenguk para tahanan pemkot.
Ia juga mengaku membicarakan beberapa urusan kantor yang perlu didiskusikan dengan mereka. Ia menyarankan kepada beberapa pejabat itu agar mengajukan cuti sesuai hasil konsultasi dengan pemprov. Tak dipungkirinya, beberapa pejabat yang ditahan ini memimpin instansi strategis, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Ciptakot, Dinas Perizinan dan Dinas Pertanian.
"Kami memohon kebijakan dari Kejati untuk bisa menangguhkan tahanan rekan-rekan ini. Tapi, kami tetap menghormati peranan Kejati," ucapnya. Ditanya kondisi 7 orang pejabat yang ditahan, Fadly mengatakan mereka dalam keadaan sehat dan ceria.
Namun, Fadly menolak berkomentar lebih lanjut soal kronologi kasus pengadaan lahan gardu induk PLN itu yang menyeret 7 orang pejabat pemkot itu. "Waktu itu, saya masih menjabat asisten III, sedangkan sekdanya masih almarhum Pak Saili," ucapnya.
Ia juga enggan berkomentar apakah kasus ini nantinya akan menyeret pejabat pemkot lebih tinggi. Hingga kemarin, ratusan tamu datang silih berganti untuk menjenguk 7 orang pejabat pemkot di Rutan Sempaja, baik dari sesama pejabat pemkot maupun keluarga mereka. Para pembesuk ini menemui 7 orang pejabat pemkot di ruangan Kepala Rutan Sempaja. (top/tribunkaltim.co.id/20/04/2010)




