Pembayaran Insentif Guru Macet
Padahal Dananya Ada di Rekening Disdik Kukar
TENGGARONG. Para guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) non sertifikasi, menuntut insentif Rp250 ribu per bulan, dibayarkan. Pasalnya insentif tersebut macet sejak beberapa bulan terakhir. Ketika sejumlah guru SMPN 1 Tenggarong menanyakan itu ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar, Selasa (20/4) kemarin, ternyata uang insentif dari APBN itu sudah ada sejak Desember 2009 lalu.
"Beberapa rekan kami di daerah lain, menyatakan sudah terima insentif tersebut. Tapi kenapa kami di Kukar ini belum menerima pembayaran insentif itu?" ujar seorang guru ketika menemui Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Kukar, Abdul Syukur.
Setelah menerima kehadiran para guru itu, Syukur lalu mengecek keberadaan anggaran insentif itu ke bendahara Disdik Kukar dan diketahui ada dana sebesar Rp12,9 miliar. Lebih mengejutkan lagi, dana itu sudah masuk di rekening Disdik Kukar sejak Desember 2009.
"Rupanya bendahara kami tak mengetahui, untuk apa dana yang masuk rekening itu," tambah Syukur.
Kemudian dia menghubungi Disdik Samarinda, untuk menanyakan kepastian dana itu digunakan untuk apa? Dari Disdik Samarinda kemudian dijelaskan, dana itu adalah insentif guru PNS non sertifikasi. Bahkan para guru di Samarinda sudah menerima insentifnya sejak Januari 2010 lalu.
"Saya sudah meminta Disdik Samarinda mengirimkan petunjuk teknis penyaluran dana insentif itu. Jadi dalam waktu dekat kami rekomendasikan ke Pemkab Kukar untuk mencairkan dana itu," ujar Syukur ke para guru.
Disdik Kukar juga meminta pihak sekolah memberikan data mengenai jumlah guru PNS non sertifikasi, sehingga penyaluran dana itu bisa disalurkan. Setelah mendapat kejelasan ini, para guru lalu meninggalkan gedung Disdik Tenggarong.
"Harapan kami, secepatnya insentif tersebut disalurkan," ucap seorang guru.
Masuknya dana Rp 12,9 miliar ke rekening Disdik tapi tidak diketahui fungsinya itu, dinilai Komisi IV DPRD Kukar sebagai hal aneh dan lucu. DPRD juga akan mengawasi penyaluran dana itu kepada para guru terkait, supaya tidak diselewengkan.
"Ini lucu dan aneh. Ada dana masuk ke rekening Disdik kok tidak ditanyakan dari mana dan gunanya untuk apa? Karena ini menyangkut insentif guru, seharusnya cepat ditelusuri. Makanya kami minta secepatnya dana itu disalurkan ke para guru," ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kukar, Siswo Cahyono.(idn/sapos.co.id/21/04/2010)




