Guru Harus Berani Tampil
Saat Pemilukada Balikpapan 2011
BALIKPAPAN--Sebagai komunitas intelektual, sudah saatnya para guru mengambil peranan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kota Balikpapan. Guru, bukan semadar tampil mengajar di kelas, tapi sudah saatnya naik ke atas kancah panggung politik Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) di Balikpapan.
“Selain intelektual, guru tak perlu lagi diragukan sisi kemampuan leadership dan keteladanannya,” tandas dua Praktisi Pendidikan, Iriyanti Zulaiha dan Tatik Nurmilawati. Tatik menambahkan, guru semestinya tidak semata menjadi obyek komuditas politik. Dengan tampilnya guru di kancah pertarungan Pilkada, ia meyakini jika pembangunan terutama kualitas sumber daya manusia (SDM) di Balikpapan akan lebih cepat ditingkatkan.
“Salah satu prioritas agenda kota adalah peningkatan kualitas SDM dan soal ini, guru lebih kompeten untuk merealisasikannya karena mereka paham betul seluk beluk dunia pendidikan,” ujar Tatik. Iriyanti menukaskan, guru yang akan maju dalam Pemilukada tidak perlu khawatir soal dukungan massa.
Pelajar yang sudah punya hak pilih, para orangtua wali murid, rekan sesama profesi guru, dan pihak lain yang berkecimpung di dunia pendidikan pasti akan memberikan dukungan penuh. “Jadi tidak perlu berpikir soal mencari dana sebanyak-banyaknya untuk dapat dukungan massa.
Jika memang terpilih, guru yang bertarung dalam Pemilukada tidak perlu ‘balas dendam’ untuk mengembalikan uang yang telah habis terpakai selama Pemilukada,” papar dia.
Tak kalah pentingnya, tutur Iriyanti, guru punya prinsip mempermudah yang sulit dan menyederhanakan yang rumit sehingga sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Intinya, sudah saatnya guru mewarnai, bukan selalu diwarnai,” imbuhnya.(yud/metrobalikpapan.co.id/27/04/2010)
“Selain intelektual, guru tak perlu lagi diragukan sisi kemampuan leadership dan keteladanannya,” tandas dua Praktisi Pendidikan, Iriyanti Zulaiha dan Tatik Nurmilawati. Tatik menambahkan, guru semestinya tidak semata menjadi obyek komuditas politik. Dengan tampilnya guru di kancah pertarungan Pilkada, ia meyakini jika pembangunan terutama kualitas sumber daya manusia (SDM) di Balikpapan akan lebih cepat ditingkatkan.
“Salah satu prioritas agenda kota adalah peningkatan kualitas SDM dan soal ini, guru lebih kompeten untuk merealisasikannya karena mereka paham betul seluk beluk dunia pendidikan,” ujar Tatik. Iriyanti menukaskan, guru yang akan maju dalam Pemilukada tidak perlu khawatir soal dukungan massa.
Pelajar yang sudah punya hak pilih, para orangtua wali murid, rekan sesama profesi guru, dan pihak lain yang berkecimpung di dunia pendidikan pasti akan memberikan dukungan penuh. “Jadi tidak perlu berpikir soal mencari dana sebanyak-banyaknya untuk dapat dukungan massa.
Jika memang terpilih, guru yang bertarung dalam Pemilukada tidak perlu ‘balas dendam’ untuk mengembalikan uang yang telah habis terpakai selama Pemilukada,” papar dia.
Tak kalah pentingnya, tutur Iriyanti, guru punya prinsip mempermudah yang sulit dan menyederhanakan yang rumit sehingga sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Intinya, sudah saatnya guru mewarnai, bukan selalu diwarnai,” imbuhnya.(yud/metrobalikpapan.co.id/27/04/2010)




