930 Siswa SMA Sederajat di Kukar Tak Lulus UN
Jalan Kota Raja Diwarnai Konvoi Pelajar
TENGGARONG. Dari 4.196 siswa, berasal dari 47 SMA, 14 MA dan 25 SMK yang jadi peserta Ujian Nasional (UN) 2010 tingkat SMA sederajat di Kutai Kartanegara (Kukar), sebanyak 930 siswa dinyatakan tidak lulus. Jumlah tersebut terdiri atas 622 siswa SMA, 92 siswa MA dan 216 siswa SMK. Tak ayal, mereka harus ikut ujian ulang.
"Kami yakin SDM Kukar masih bagus. Artinya ketidaklulusan mereka itu bukan lantaran SDM, tapi karena sistem di UN 2010 ini lebih ketat," ungkap Kepala Bagian Pendidikan Menengah Umum (Kabag Dikmenum) Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar, Syahril.
Tentu saja kondisi demikian mengudang kritik pedas kalangan DPRD Kukar yang merasa kecewa. Sebab jumlah siswa yang tidak lulus tahun ini, dinilai terlalu tinggi dan mencerminkan lemahnya sistem pendidikan di Kukar.
"Hasil ini tentu mengecewakan semua pihak, terutama orangtua siswa. Seharusnya tak sampai seperti itu," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kukar, Siswo Cahyono.
Sebelumnya, ujar Cahyo, dia mendapat kabar dari Disdik Kukar bahwa yang tak lulus UN hanya mencapai 400 orang. Ternyata, data terbaru yang tak lulus dan harus mengikuti ujian ulang mencapai 930 orang. Data tersebut menggambarkan lemahnya sistem pendidikan di Kukar.
"Ini buah dari kebijakan yang hanya mengedepankan pembangunan fisik semata, tapi bukan SDM. Percuma gedung mengajar megah kalau SDM pengajarnya rendah, begitu juga kualitas siswanya. Karena itu, kami minta ada evaluasi dari Disdik Kukar," tambahnya.
Seperti diketahui, anggaran pendidikan 2009 dari APBD untuk pembangunan fisik memang besar. Karena Rp334,171 miliar dialokasikan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur pendidikan, dengan penyerapan dana hanya sebesar Rp263,915 miliar.
"Tapi hasilnya mengecewakan," ujar Siswo.
Kendati begitu, kemarin para siswa SMA sederajat yang lulus UN di Kecamatan Tenggarong, tetap melakukan konvoi kendaraan bermotor di jalanan. Sejak pukul 09.00 Wita, rombongan siswa-siswi itu silih berganti melakukan konvoi di sejumlah jalan protokol kota raja. Rata-rata para siswa SMA yang berkonvoi, baju seragam putih birunya sudah dipenuhi coretan.
"Kami sekadar bersenang-senang merayakan kelulusan Mas," kata seorang siswa SMA yang ditemui media ini di Jl Akhmad Muksin, Timbau, Tenggarong.
Para siswa SMA melakukan konvoi secara bergantian. Karena itu Polres Kukar melakukan pengawasan dan pengawalan. Sejak pukul 08.00 Wita, Satuan Lalulintas (Lantas) Polres Kukar telah berjaga-jaga di titik-titik jalur itu. Ketika ada siswa SMA berkonvoi, mobil Lantas langsung mengawal.
"Dari pada mereka mempersulit pengguna jalan lain, lebih baik kami kawal," kata Kapolres Kukar AKBP Dono Indarto, didampingi Kasat Lantas AKP Dwi Nur Setiawan.(idn/sapos.co.id/28/04/2010)




