Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Isran: Insentif Bertujuan Memacu Semangat Kerja
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru termasuk mempercepat proses administrasi keuangan sehingga tepat waktu dan tepat sasaran. Pemberian insentif berdasarkan zona pengabdian, merupakan bentuk pemerataan dan keadilan sehingga tidak ada kecemburuan antara guru yang bekerja di kota dengan mereka yang bertugas di pedesaan.
Bupati Isran Noor di hadapan ratusan guru se Kutim, menyebutkan, pembinaan dan penataan penempatan guru merupakan tugas utama pemerintah kabupatenpelayanan pendidikan merata di Kutim. Sehingga sasaran utama pembangunan berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang diharapkan, mampu diwujudkan.
“Pemberian insentif dengan mempertimbangkan wilayah kerja para guru, tidak lain tujuannya adalah untuk memotivasi mereka agar lebih semangat bekerja, memberikan pendidikan dan menghargai pengabdian yang diberikan,” katanya.
Isran yang juga mantan guru ini mengaku sangat menghargai pengabdian guru yang mau mengabdi di kawasan terpencil dan jauh dari keramaian. Di hadapan peserta National Roundtable Seminar (NSR) yang bertemakan “Guruku Hebat, Muridku Luar Biasa”, Bupati Kutim memaparkan bagaimana seorang guru bisa memberikan arti penting bagi kemajuan bangsa dan negara.
“Pemerintah terus berupaya memperbaiki kesejahteraan guru, mulai menyalurkan dana pendidikan dan kesejahteraan lebih cepat dan tepat waktu. Selanjutnya berupaya meningkatkan sarana prasarana pendidikan,” lanjutnya.
Terhadap anjloknya hasil ujian nasional tingkat SMA/SMK di Kutim, Isran mengharapkan segera dilakukan evaluasi untuk meningkatkan hasil ujian mendatang. Menurutnya, peluang untuk meningkatkan jumlah lulusan SMA/SMK masih terbuka karena masih ada kesempatan melalui ujian ulangan.
“Peluang ujian ulangan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan kita hanya saling menyalahkan. Karena perdebatan yang saling menyalahkan hanya akan menguras tenaga sementara tujuan yang dicapai, akhirnya tak bisa diwujudkan” kata Isran.
Bupati Isran Noor juga berharap, orang tua dan masyarakat ikut peduli dengan masalah pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, peran orang tua dan lingkungan merupakan salah satu penyebab meningkatnya kualitas pendidikan.
“Orang tua punya peran penting, bagaimana pun metode pendidikan diterapkan sekolah jika tidak ada orang tua ikut mengawasi anaknya sangat mustahil prestasi bisa berhasil dengan baik,” tandas Isran. (hms/kaltimpost.co.id/04/05/2010)




