Bupati Diminta Jawab Jujur
Sensus Penduduk Pun Dilaksanakan di Bulungan
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
TANJUNG SELOR- Sensus Penduduk (SP) 2010 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) telah dimulai 1 Mei lalu, dan akan berakhir 31 Mei nanti. Kemarin, Bupati Bulungan Drs Budiman Arifin MSi dan istrinya, Hj. Chariah pun tidak luput dari pendataan petugas SP 2010 sekitar pukul 09.00 wita di rumah dinas Bupati. Pendataan ini disaksikan langsung Kepala BPS Bulungan Joko SE, didampingi beberapa stafnya.
Usai pendataan, Budiman mengimbau kepada masyarakat untuk membantu dan menyambut petugas SP 10 dengan membuka pintu bagi petugas yang telah dilengkapi atribut, seperti rompi, topi dan surat tugasnya.
“Berikan jawaban dengan jujur, tanpa ada yang harus disembunyikan,” katanya.
Joko juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengharapkan masyarakat menjawab pertanyaan sesuai kondisi pada saat itu, jangan menjawab pertanyaan dengan menggunakan kartu keluarga.
“Kami mengharapkan, responden menjawab langsung pertanyaan petugas tanpa harus memperlihatkan dokumen lainnya. Seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, maupun yang lainnya. Karena bisa saja, data dalam KK itu. Orangnya sudah pindah atau meninggal. Karena, warga yang didata adalah orang ada di tempat saat dilakukan pendataan,” kata Joko.
Lebih lanjut dijelaskan, kunjungan petugas ke rumah penduduk akan dilakukan sebanyak 2 kali. Kunjungan pertama untuk mengetahui jumlah penduduk dan jenis kelamin, sekaligus melakukan penempelan stiker sebagai tanda telah dikunjungi petugas SP10. Sedangkan kunjungan kedua dilakukan pendataan lebih luas lagi, mulai dari pekerjaan, perumahan, pendidikan, suku dan beberapa pertanyaan lainnya.
“Pendataan pertama menggunakan kuisioner L1 dan LRBL1 sedangkan pendataan kedua menggunakan kuisioner C1,” sebut Joko.
“Kenapa ada dua tahap. Kita ingin mengetahui jumlah penduduk dengan cepat. Untuk pendataan pertama ini paling lambat 8 Mei semua data sudah terkumpul. Setelah itu, baru dilanjutkan pendataan berikutnya,” lanjutnya.
Selain pejabat daerah, SP ini juga dilakukan pada awak kapal, tuna wisma dan geladangan yang dilakukan bertepatan pada peringatan hari Sensus 15 Mei nanti. Untuk pendataan akan dilakukan langsung oleh petugas khusus dan didampingi pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian maupun Satpol PP.
“Ya, saya juga berpesan kepada petugas, untuk menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan prosedur yang ada. Contohnya, penggunaan pensil, agar menggunakan pensil 2B yang bertuliskan SP 2020 atau bisa menggunakan pensil 2B lainnya, asal jangan mengunakan pensil HB. Agar data yang telah tercatat bisa terdata,” harapnya. (ian/kaltimpost.co.id/04/05/2010)




