Rp600 Juta Gaji Guru Dirampok, Dua Pegawai Dinas Pendidikan Tewas
CIREBON--MI: Dua perampok merampas uang Rp600 juta yang baru diambil dari bank untuk gaji guru se Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (3/5). Pelaku juga menembak pegawai Dinas Pendidikan pembawa uang itu hingga tewas.
Berdasarkan informasi, awalnya Bendahara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Rudiman, 25, bersama stafnya, Sutikno, 45, mengambil uang untuk gaji guru di Bank Jabar-Banten Cabang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati.
Seusai mengambil gaji, Rudiman dan Sutikno yang berboncengan sepeda motor supra X dengan bernomor polisi E 6858 AT lalu menuju kantor UPT Dinas Pendidikan Kesambi yang hanya berjarak sekitar 100 meter di bank.
Namun, saat baru keluar dari RS, sepeda motor Rudiman dan Sutikno dipepet oleh sepeda motor Suzuki Satria yang dikendarain dua orang. Meski dipepet, Sutikno tetap mengemudikan kendaraannya, sehingga salah seorang pengendara sepeda motor yang kemudian diketahui sebagai perampok itu mengeluarkan senjata api.
Sutikno langsung tertembak di bagian dada, begitu pula dengan Rudiman. Sepeda motor kedua korban sempat oleng karena Sutikno tidak berdaya. Oleh karena itu Rudiman yang membonceng berusaha mengambil alih kendaraan roda dua tersebut.
Namun, saat akan berbelok sepeda motor itu ditabrak dari belakang oleh perampok hingga jatuh. Perampok pun langsung turun dan mengambil tas berisi uang Rp600 juta. Antara Rudiman dan kedua perampok sempat terjadi aksi tarik tas, namun Rudiman akhirnya juga tidak berdaya karena perampok kembali menembaknya.
Kepala UPT Kecamatan Kesambi Toto Suparto mengungkapkan saat peristiwa Rudiman dan Sutikno baru mengambil gaji guru dan kepala sekolah dasar se-Kecamatan Kesambi. "Totalnya sekitar Rp 600 juta," katanya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Wilayah Cirebon Komisaris Besar Tugas Dwi Aprianto menyatakan kemungkinan korban sudah diincar sejak keluar dari bank. Saat ditanyakan
jenis senjata, Tugas mengungkapkan dari selongsong peluru sebesar 9 milimeter diduga berjenis FN 45. (UL/OL-01/mediaindonesia.com/04/05/2010)




