Sulaiman Janjikan Cair Juni
Tambahan ADD di APBD-P
TENGGARONG – Penjabat (Pj) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Sulaiman Gafur memastikan tambahan alokasi dana desa (ADD) Rp 68 miliar yang bakal dikucurkan dari APBD perubahan (APBD-P) bakal cair Juni 2010. Jaminan ini menyusul keraguan kepala desa atas penyaluran tambahan ADD yang percuma karena akhir tahun baru disalurkan.
“Soal dana ADD. Itu termasuk prioritas Pemkab Kukar. Jadi jangan khawatir,” tegas Sulaiman, kemarin. Dikatakannya, pembayaran tambahan dana ADD Rp 68 miliar pada APBD-P pasti dilakukan.
“Itu adalah kesepakatan dengan kepala desa dan DPRD. Jadi bukan hanya omongan saja. Pasti akan direalisasikan,” katanya.
Sebelumnya para kepala desa tak begitu antusias menerima solusi itu. Pasalnya, dana ADD dari APBD-P rata-rata baru bisa diterima warga desa sekitar bulan Desember. Ini karena keterlambatan penyusunan anggaran APBD-P Kukar. Sudah 3 tahun terakhir, APBD-P memang lambat disahkan, rata-rata pada triwulan akhir tahun.
“Kami senang kalau nanti ada tambahan di APBD-P. Tapi itu sayang kalau penyalurannya terlambat. Pasti tak sempat digunakan. Karena itu, kami menuntut agar ada solusi jangka pendek. Misalnya, dengan mengalihkan hibah atau bansos yang tak jelas menjadi tambahan ADD bagi desa,” kata Kepala Desa Loa Duri Ilir Abjuansyah beberapa waktu lalu.
Menanggapi ini, Sulaiman mengaku mengerti kendala penyusunan APBD-P di Kukar. Namun dia mengatakan, Pemkab akan berusaha keras agar APBD-P 2010 selesai pada Juni nanti.
“Saya pengalaman di provinsi (pemprov, Red.), memang Juni APBD-P sudah disahkan. Karena itu, tentu di Kukar juga pasti bisa. Karena itu, tambahan dana ADD akan secepatnya diterima kepala desa,” katanya.
Dicontohkan Sulaiman, laporan pertanggung jawaban APBD 2009 selesai dikerjakan pada Maret lalu.
“Laporan pertanggung jawaban itu pertama kalinya sesuai deadline setelah beberapa tahun terakhir. Karena itu saya yakin APBD-P juga bisa. Warga tenang saja, saya akan berusaha keras,” katanya.
Sementara, Pemkab juga masih menunggu laporan ADD tahun sebelumnya dari desa untuk menjadi acuan penyaluran dana. Desa yang duluan menyetor laporan, maka akan menjadi prioritas. Ini memang sistem reward yang diberlakukan untuk memacu kinerja aparat desa.
“Saat ini sudah mulai disalurkan. Tapi ya itu, kami menunggu laporan dari desa. Desa mana yang duluan memberikan laporan ADD 2009, maka desa itu yang duluan dapat dana ketika ADD dicairkan,” jelas Kabag Humas Pemkab Kukar Sri Wahyuni. (che/kaltimpost.co.id/12/05/2010)




