Wali Kota : Angkanya Harus Nol
Permintaan Menekan Kematian Ibu Melahirkan
BONTANG – Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Kota Bontang, jumlah kasus kematian ibu tercatat sebanyak 6 dari 3.265 kelahiran hidup. Sedangkan jumlah kematian bayi sebanyak 14 dari 3.265 kelahiran hidup. Untuk itu, BPP dan KB Bontang menggelar Pelatihan Pembinaan Kader Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kota Bontang Tahun 2010 di Hotel Andhika, Rabu (19/5).
BONTANG – Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Kota Bontang, jumlah kasus kematian ibu tercatat sebanyak 6 dari 3.265 kelahiran hidup. Sedangkan jumlah kematian bayi sebanyak 14 dari 3.265 kelahiran hidup. Untuk itu, BPP dan KB Bontang menggelar Pelatihan Pembinaan Kader Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kota Bontang Tahun 2010 di Hotel Andhika, Rabu (19/5).
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 19 – 20 Mei 2010 itu mengangkat tema Peningkatan Pemberian ASI eksklusif untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Peserta kegiatan sebanyak 50 orang berasal dari Satgas dan Kader GSI se- Kota Bontang, koordinator PLKB, Kasi Kesos Kecamatan Se- Kota Bontang.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. Selain itu juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada Satgas dan Kader Kecamatan dan Kelurahan agar berperan aktif dalam menunjang kegiatan GSI,” ujar Drs Muljono Kepala BPP dan KB Kota Bontang.
Menanggapi permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI) ini, Wali Kota Sofyan Hasdam mengatakan bahwa angka kematian ibu dan anak yang tergolong kecil bukanlah sesuatu hal yang patut dibanggakan, tetapi bagaimana angka kematian tersebut menjadi nol. ”Saya kira melalui pelatihan ini adalah kesempatan kita untuk belajar mengenai bagaimana meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
Jangan bangga dengan angka kematian ibu dan anak yang kecil, tetapi yang perlu dilakukan adalah bagaimana bisa mengurangi angka kematian ibu dan menjadi menjadi nol,” tegas wali kota. Faktor yang mempengaruhi AKI adalah 4 Ter. Terlalu muda untuk menikah, Terlalu sering hamil, Terlalu banyak melahirkan serta Terlalu tua untuk hamil.
Untuk memahami penyebab dasar kematian ibu ini, maka digunakan model 3 terlambat, yaitu terlambat mengenali tanda bahaya dan mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan, terlambat mencapai pelayanan kesehatan karena langkanya transportasi serta terlambat dalam menerima pelayanan kesehatan yang memadai baik sistem, alat, obat dan tenaga kesehatan.
Berdasarkan kondisi tersebut, guna mencegah terjadinya keterlambatan penyebab kematian ibu, Pemkot Bontang telah menyediakan Ambulance GSI bagi masyarakat Bontang. Fasilitas ambulance GSI ini diberikan untuk memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Masyarakat Bontang yang membutuhkan layanan ini bisa menghubungi nomor telepon 0548 – 5116656 dan fasilitas ini bisa dinikmati tanpa dipungut biaya sepeserpun.(Hms6/kaltimpost.co.id/20/05/2010)




