Tiap Bulan Selalu Ada Perjalanan Dinas
BALIKPAPAN--Kegiatan studi banding yang dilakukan kalangan legislatif mendapat keluhan masyarakat. Beberapa pengunjung di gedung parlemen mengaku kesulitan bertemu anggota dewan untuk menyalurkan aspirasi karena yang bersangkutan tidak berada di tempat. “Katanya sih masih di luar daerah, studi banding. Padahal seminggu lalu saya kemari ruangan komisinya juga kosong,” keluh seorang warga yang mewanti-wanti namanya tidak disebut.
Sekretaris DPRD Balikpapan Mukandar SH saat dikonfirm seringnya anggota dewan melakukan studi banding ke luar daerah ternyata tidak membantah. “Perjalanan dinas, memang sudah agenda Dewan. Tapi perjalanan dinas, selalu menghasilkan sesuatu yang baru yang lebih baik untuk diterapkan di Balikpapan,” terang Mukandar, di ruang kerjanya, pada Jumat (21/5).
Namun ia mengaku, tidak mengetahui seberapa sering anggota DPRD Balikpapan, melakukan perjalanan dinas. Menurutnya dalam satu bulan, selalu ada anggota DPRD Balikpapan yang berada di luar daerah, untuk melakukan perjalanan dinas. “Kalau pastinya saya juga tidak tahu yang jelas dalam satu bulan, mungkin ada saja yang berangkat ke luar daerah,” terang dia.
Ditanya berapa alokasi dana APBD yang dianggarkan khusus untuk perjalanan dinas anggota dewan, Mukandar menjawab dirinya tidak tahu. “Soal itu bisa ditanya langsung ke bendahara sekretariat dewan,” kata sekwan. Kembali ia memaparkan, perjalanan dinas yang sering dikatakan studi banding tersebut, bertujuan untuk mencari formula baru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Misalnya di Balikpapan banyak masalah sengketa lahan, nanti dewan studi banding ke daerah yang administrasi lahannya lebih baik dari Balikpapan. Jadi nanti hasilnya diterapkan di Balikpapan, untuk memperbaiki masalah sengketa lahan itu. Yang jelas perjalanan dinas, tujuannya untuk mencuri ilmu di daerah lain agar bisa memperbaiki pemerintahan di Balikpapan,” papar Mukandar.
Masih menurut dia, keberadaan anggota DPRD yang dianggap jarang berada di ruangannya, tidak selamanya disebabkan padatnya jadwal perjalanan dinas yang dilakukan, mengingat DPRD Balikpapan juga sering melakukan inspeksi mendadak (sidak), untuk meninjau sesuatu yang dikeluhkan masyarakat. “Tapi biasa juga karena pergi sidak, makanya ruangan sering kosong,” ujar Mukandar.(mm-1/metrobalikpapan.co.id/24/05/2010)




