Menolak, Pecat!
Guru - Kepala Sekolah Harus Bersedia Tugas di Perbatasan
SENDAWAR - Maksud baik Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Barat (Kubar) menggelar sayembara bagi guru dan kepala sekolah yang bertugas di perbatasan, ditolak mentah-mengah sejumlah warga. Penolakan ini disampaikan kepada media ini, beberapa hari lalu.
“Kami menolak kalau Dinas Pendidikan membuka sayembara mencari tenaga guru dan kepala sekolah untuk bertugas di perbatasan. Ini sangat tidak masuk akal, dan terlalu berlebihan,” sebut Hanyeq, warga Kecamatan Barong Tongkok. Justru, tegas Hanyeq, tenaga pendidik yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu sudah menandatangani kesepakatan mereka siap ditempatkan di mana saja dalam tugasnya. “Nah, kalau sekarang mereka tidak mau ditugaskan di perbatasan, berikan peringatan dan dipecat saja,” tegasnya. Hal senada disampaikan Jur, warga Kampung Mentika, Kecamatan Damai, Junius warga Kampung Kelian Dalam, Kecamatan Tering, dan Stan warga Kampung Belempung Ulaq, Kecamatan Sekolaq Darat.
Munculnya pernyataan penolakan sejumlah warga ini menyusul adanya rencana Disdik Kubar akan membuka sayembara tenaga guru dan kepala sekolah ditugaskan di perbatasan yakni di Long Pahangai, dan Long Apari, Kubar. Menurut Kepala Disdik Kubar Fredrick Ellia, upaya ini agar para tenaga pendidik bersedia di tugaskan di perbatasan, seperti dilansir media ini beberapa waktu lalu.
Manurut Stan, tenaga pendidik di Kubar tidak harus diistimewakan dengan menggelar sayembara tersebut. Faktanya, ungkap dia, banyak tenaga guru yang harus dibenahi terutama disipilin, menyusul jebloknya nilai Ujian Nasional tingkat SMA dan SMK, beberapa bulan lalu. Selain itu ia menyebutkan, sering melihat ada tenaga pendidik yang berstatus PNS, justru kinerjanya tidak memberikan contoh kepada guru yang berstatus pegawai tidak tetap (PTT). “Ini banyak kita lihat, guru PNS waktunya mengajar, malah jalan-jalan. sementara guru PTT harus aktif. Ini tidak ada tindakan tegas dari Disdik. Jika ini dibiarkan terus akan menjadi preseden buruk. Nantinya jika guru PTT ini diangkat menjadi guru PNS, perilaku itu bisa akan ditiru,” singgungnya. (rud/kaltimpost.co.id/24/05/2010)




