Walikota Harapkan Polemik Bandara Selesai
Minta Penyelesaiannya Diprioritaskan
SAMARINDA. Diakhir masa jabatannya, Walikota Samarinda Drs Achmad Amins MM meminta kepada semua pihak utamanya dari Pemprov Kaltim agar persoalan yang masih menhinggapi pada proyek pembangunan Bandara Samarinda Baru di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Ilir segera berakhir.
Dia mengakui, dalam perjalannya proyek senilai triliunan rupiah ini memang banyak masalah. Kendati demikian, dengan dialihkannya proyek ini ke Pemprov Kaltim beberapa persoalan tersebut dapat segera teratasi.
"Persoalannya memang banyak di proyek ini (Bandara Samarinda Baru, Red). Tapi hal itu bukan alasan untuk tidak segera menyelesaikan proyeknya. Saya sangat berharap semua masalah dapat segera selesai," ungkap Amins, kepada Sapos belum lama ini.
SAMARINDA. Diakhir masa jabatannya, Walikota Samarinda Drs Achmad Amins MM meminta kepada semua pihak utamanya dari Pemprov Kaltim agar persoalan yang masih menhinggapi pada proyek pembangunan Bandara Samarinda Baru di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Ilir segera berakhir.
Dia mengakui, dalam perjalannya proyek senilai triliunan rupiah ini memang banyak masalah. Kendati demikian, dengan dialihkannya proyek ini ke Pemprov Kaltim beberapa persoalan tersebut dapat segera teratasi.
"Persoalannya memang banyak di proyek ini (Bandara Samarinda Baru, Red). Tapi hal itu bukan alasan untuk tidak segera menyelesaikan proyeknya. Saya sangat berharap semua masalah dapat segera selesai," ungkap Amins, kepada Sapos belum lama ini.
persoalan perbedaan perhitungan progress yang terjadi pada pembangunan Bandara Samarinda Baru, memang seakan tak kunjung selesai. Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah beberapa kali mengatakan, persoalan itu tak akan mempengaruhi kelanjutan dari kelanjutan proses pembangunan bandara, karena akan tetap berlanjut. Tetapi kenyataannya, hingga saat ini lelang untuk melanjutkan pengerjaan dari penyelesaian bandara itu tak kunjung dilakukan.
Kepala Dishub Kaltim Zairin Zain pun mengaku tak berani melakukan lelang, karena permasalahan antara Pemkot Samarinda dan PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) soal perbedaan progress pembangunannya, hingga saat ini belum bisa diselesaikan.
Seperti diketahui, ada dua versi progress untuk pembangunan bandara tersebut. Versi yang pertama antara PT NCR dengan Pemkot mengenai pekerjaan dari 26 November 2007 sampai 20 Juli 2009. Disebutkan progress sudah 32,541 persen. Sementara versi tim audit teknis progress baru 23,909 persen. PT NCR sebenarnya tetap mengakui progress Tim Audit Teknis. Tetapi mereka memasukkan progress di luar kontrak sebesar 8 persen dan progress galian drainase 0,081 persen. (ara/sapos.co.id/26/05/2010)




