Kalpataru untuk Warga Dayak Wehea Terbakar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Trofi Kalpataru yang disimpan di rumah Kepala Adat Wehea, Ledjie Taq, yang merupakan penghargaan bagi masyarakat Wehea dari Presiden SBY pada 2009 lalu, ikut terbakar dalam kejadian kebakaran yang melanda perumahan warga di Nehas Liah Bing, Muara Wehea, Kutai Timur.
Menurut saksi mata, Chris, melalui Citizen Reporter-nya di Tribunnews.com, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Dalam peristiwa ini, ikut terbakar 3 rumah lainnya yang ada di sekitar rumah kepala adat. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.
"Saat ini, lokasi kejadian telah di police-line dan diselidi Polsek setempat. Hingga pkl 10 malam ini, belum diketahui penyebab kebakaran yang terjadi," ujar Chris.
Ledjie Taq adalah tokoh masyarakat Dayak asal Desa Neheas Leah Bing, Kecamatan Muara Wahau. Mewakili masyarakatnya, dia menerima penghargaan tertinggi untuk bidang lingkungan hidup. Penghargaan Kalpataru tersebut diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 Juni 2009 lalu.
Ledjie Taq dinilai berhasil menyelamatkan hutan Wehea (Wahau) dari kerusakan. Upaya yang dilakukannya sejak bertahun-tahun tersebut membuahkan hasil yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dalam menyelamatkan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya, Ledjie Taq mengaku tak pernah berharap akan memperoleh penghargaan.
Komintmen Ledjie Taq bersama warga untuk terus melestarikan hutan dapat terlaksana dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli lingkungan serta difasilitasi pemerintah setempat. Sejak 2004 dia konsisten mengurusi hutan yang mulai memprihatinkan. (tribunnews.com/26/05/2010)




