Jangan Menghujat, PNS Harus Netral
Pesan Wabup di Kampanye Damai
TANAH GROGOT- Wakil Bupati (Wabup) Paser HM Hatta Gariet menegaskan, pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan salahsatu proses pembelajaran masyarakat dalam berdemokrasi.
Karena itu, Wabup mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melaksanakan pesta demokrasi pada 10 Juni 2010 nanti dengan asas langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil. “Mari kita junjung tinggi supremasi hukum dalam penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Paser. Yang menang jangan sombong dan besar kepala.
Sedang yang kalah harus bisa menerima dan legowo,” tandas Hatta Gariet saat memberikan kata sambutan pada Kampanye Damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser, kemarin (25/5). Selain itu, tambah Hatta, siapapun yang menang, hendaknya didukung semua pihak, sehingga mereka yang menang dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada masyarakat, baik diminta maupun tidak.
Di bagian lain, Hatta Gariet mengimbau para pendukung dan simpatisan agar bersikap lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak. Menurutnya, yang lebih penting untuk diingat adalah siapapun pemenang pemilu ini harus tetap bisa membuat masyarakat Paser damai.
Begitupula saat menggelar kampanye secara terbuka selama rentang waktu 26 Mei hingga 6 Juni mendatang. “Saya minta agar masing-masing calon benar-benar menyampaikan visi dan misi seperti yang telah kita saksikan pada sidang paripurna di DPRD Paser, Senin (24/5). Bukan saling menghujat,” tegas Wabup.
Begitupun dalam kegiatan kampanye nanti, Hatta mengingatkan agar jangan bicara agama dan suku. Karena semuanya satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Nyalakanlah api seterang-terangnya, tapi jangan padamkan api orang lain,” tambah Hatta Gariet yang tampak berusaha menahan tangis.
Terakhir, Hatta Gariet berharap agar pelaksanaan Pilkada Kabupaten Paser yang dimulai dengan Kampanye Damai bisa tetap berlangsung sejuk, aman, dan damai. Bila pesta demokrasi ini sesuai dengan diharapkan, maka tentunya sangat memungkinkan bisa dijadikan contoh bagi daerah lain di Kaltim, bahkan di Indonesia.
“Seluruh tim kampanye agar dapat menaati rambu-rambu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena untuk setiap pelanggaran akan mendapat konsekuensi dan tindakan tegas dari institusi berwenang dengan memberikan sanksi pelanggaran,” imbuh Hatta Gariet seraya meminta jajaran PNS agar bersikap netral dan tidak memihak pada calon tertentu.(hh/kaltimpost.co.id/26/05/2010)




