Asisten III Tagih Janji Dinkessos
Penuntasan Masalah Pengemis, Tangkap Koordinatornya
SAMARINDA. Hingga kini permasalahan maraknya pengemis yang beroperasi di Kota Samarinda masih belum bisa teratasi. Bahkan pengemis cacat di Kota Samarinda kian mudah sekali ditemukan di setiap simpangan ruas jalan.
Karena alsan itu, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Masyarakat Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, H Diwansyah, menagih janji Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Kota Samarinda, yang beberpa bulan lalu akan menangkap para koordinatornya.
"Betul, sampai sekarang masalah pengemis belum juga tuntas. Makanya saya mau tagih janji instansi terkait (Dinkessos, Red) mengatasi hal ini," tandas Diwansyah kepada Sapos.
Ironisnya, akibat aksi para koordinatornya itu, maka akan terus membuat para pendatang yang bertubuh cacat terus berdatangan ke Samarinda. Mereka sengaja dipilih untuk menjadi ladang penghasilan dengan mengemis. "Dengan memasang mereka, oknum yang menjadi koordinator akan lebih mudah meraup uang sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Padahal, warga Samarinda yang memiliki kekurangan sudah diberi keterampilan agar dapat disamakan dengan orang yang tertubuh lengkap pada umumnya. Karena sudah tergabung dalam sebuah organisasi yang dapat membuat mereka terampil. Bahkan, sebagian dari mereka justru telah bekerja, dan juga membuka usaha sendiri.
Untuk itu, ia sangat berharap agar rencana perburuan koordinator pengemis segera dilakukan. Dengan itu, maka Pemkot pun berupaya agar lebih maksimal dalam mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis. Apalagi dalam perda yang baru nantinya, memberi uang kepada pengemis akan didenda Rp25 juta.
"Sebaiknya beri saja uang kepada mereka yang membutuhkan. Meski para pengemis ini merupakan korban, tapi diharapkan kelak dapat berubah setelah oknum koordinatornya diamankan," pungkasnya. (air/sapos.co.id/27/05/2010)




