Sementara Tampung 170 Tenaga Kerja
Operasional TPK Palaran Menunggu Keputusan Kemenhub
SAMARINDA. Seiring rampungnya Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Palaran, peluang kerja di Kota Samarinda tentu saja akan mengalami penambahan. Dirut PT Pelindo IV, Alfred Natsir mengatakan, pada awal operasionalnya, pengganti Pelabuhan Samarinda ini hanya akan mempekerjakan sekitar 120 tenaga kerja.
"Namun semakin lama, nantinya jumlah pekerja juga akan semakin bertambah. Kita prediksi nanti akan mempekerjakan hingga 170 tenaga kerja," paparnya.
Jumlah tersebut, katanya, tentu saja yang hanya terdaftar dan bertindak langsung terhada semua aktivitas bongkar muat. "Jumlah tenaga kerja nanti akan terus bertambah dan mengalami peningkatan seiring padatnya aktivitas di pelabuhan ini, ulasnya.
Keyakinan bertambahnya jumlah tenaga kerja tersebut, jelas Natsir didasarkan pada kemampuan TPK Palaran dalam melakukan aktivitas bongkar muat. Seperti diketahui, jika dipelabuhan lama satu kapal membutuhkan waktu sekitar 71 jam untuk melakukan bongkar muat, sedangkan di TPK Palaran durasi bongkar muat dapat dipangkas menjadi 12 jam.
"Kalau kecepatannya bertambah, konsekuensinya tenaga kerja juga harus ditambah. Tujuannya tentu saja untuk menunjang kelancaran aktivitas bongkar muat di TPK Palaran," paparnya lagi.
pelabuhan yang dibangun oleh swasta ini langsung diujicoba. Hari pertama uji coba, sudah ada dua kapal yang sandar dengan muatan 120 dan 108 kontainer. Dua kapal tersebut merupakan milik PT Samudera Indonesia.
"Hari itu langsung diujicoba. Sekitar pukul 16.00 Wita kapal pertama datang," ungkap H Jafar Abdul Gaffar, Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Komura kepada Sapos, beberapa waktu lalu.
Ditambahkannya, saat ini yang dibutuhkan adalah depo untuk menampung kontainer di luar kawasan pelabuhan. Menurutnya belum ada depo untuk menampung kontainer yang baru diturunkan dari kapal atau yang akan diangkut lagi ke kapal. (ara/sapos.co.id/31/05/2010)




