Pesut Kini Kurang Bersahabat
Akibat Pembangunan di Hulu Teluk Balikpapan
BALIKPAPAN—Pembangunan di hulu Teluk Balikpapan membawa dampak bagi sifat pesut yang ada di kawasan tersebut. Mamalia air tawar tersebut kini disebut lebih liar dari biasanya. “Pesut dulu bersahabat. Misalnya, mau mendekat ke sekitar kapal jika ada yang melintas, tetapi sekarang tidak.
Mereka kadang muncul lalu berenang jauh,” terang Paulus, Direktur Green Earth Community Balikpapan saat melakukan field trip kemarin. Ia mengungkapkan, salah satu bentuk pembangunan yang mempengaruhi pesut adalah pemancangan tiang jembatan yang ada di Pulau Balang. Getaran dari pemancangan mempengaruhi perilaku tersebut.
“Berbeda dengan di luar negeri. Biasanya orang di sana menggunakan peredam jika melakukan pemancangan di air,” terangnya. Ia mengatakan, pihaknya masih memantau bentuk perkembangan terakhir kondisi Teluk Balikpapan. Rencananya tim tersebut akan melakukan observasi sampai pagi ini. Dalam perjalananya, mereka ditemani peneliti asal Ceko yakni Stanislav Lotha.
“Kami membangun kamp di sini, dan melakukan perjalanan sampai Sungai Kemantis, banyak hal yang akan kami teliti, seperti kondisi bekantan hingga pembangunan jembatan Pulau Balang,” terangnya. Sementara, peneliti Stanislav Lhota mengatakan, jumlah populasi pesut di kawasan Teluk Balikpapan sekitar 60-140 ekor. Muara Tempadung merupakan habitat yang paling penting untuk tempat mencari makanan.
Ilmuwan dari Departemen Zoologi, Universitas South Bohemia Republik Ceko ini menambahkan, kegiatan pembangunan dan seringnya aktivitas kapal yang ada juga dapat menyebabkan kerusakan pada telinga pesut.(tom/kaltimpost.co.id/31/05/2010)




