Sebut Ruang Kerja Tak Layak
BALIKPAPAN – Semenjak menjabat Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, kehadiran Hairani di ruang kerjanya terbilang cukup jarang. Bahkan sejumlah pegawai pemkot mengutarakan kehadiran mantan Kepala Dinas Pasar ini kadang hanya dua minggu sekali.
Selasa (30/3) kemarin, Hairani berhasil ditemui di pelataran parkir kantor Wali Kota. Ia mengungkapkan, jarang tampak di lingkungan kantor karena ruang kerjanya yang berada dekat ruang BKD belum layak untuk dihuni. Ia mengatakan, bagaimana mau mengetik jika komputernya saja mati.
“Saya mau ngetik aja komputernya mati, terpaksa ngetik di ruangan lain. Itulah mengapa saya jarang di ruangan,” terangnya. Selain itu, kata dia, di dalam aturan staf ahli harusnya mempunyai staf pegawai agar dapat membantu dan meringankan pekerjaan.
“Kalau ada staf jadinya enak bekerja, bisa disuruh ambil dokumen atau berkas lain. Masa kita harus keliling cuma mau ambil berkas,” tuturnya.
Ketika disinggung mengenai ketidakhadirannya pada waktu mutasi beberapa waktu lalu apakah terkait kasus surat izin penyewaan tempat usaha (SIPTB) yang lagi memanas? Ia menjelaskan, di saat yang sama ada beberapa keperluan harus diselesaikan sehingga harus absen mengikuti prosesi mutasi. “Saya lagi mencari ilmu di luar, karena staf ahli wali kota harus banyak ilmu dan tak harus berada di dalam ruangan,” tegasnya. (*/ede/kaltimpost.co.id/31/05/2010)




