Pengelolaan Website Pemprov Asal-asalan
SAMARINDA – Situs atau website resmi Pemprov Kaltim mendapat kritikan dari bagian Teknologi dan Informasi (TI) Sekretariat Kepresidenan RI. Pasalnya, informasi yang ditampilkan tidak pernah update dan terkesan dikelola asal-asalan. Padahal informasi update itu diperlukan sebagai bahan informasi untuk Presiden SBY.
Menurut Gubernur Kaltim Awang Faroek di Samarinda, akhir pekan lalu, kritikan itu disampaikan bagian TI Kepresidenan saat dirinya turut mendampingi Presiden SBY ke Oslo Norwegia beberapa waktu lalu.
Mereka (TI Kepresidenan) ngomong kepada saya, Pak Gubernur tolong dong website-nya diperbaiki karena data-datanya sudah tak update lagi," kata Awang.
Satu sisi, tambah Awang, dirinya patut berbangga ternyata website Pemprov diperhatikan oleh mereka. Tapi sisi lainnya memang harus diakui informasi yang ditampilkan informasi yang sudah tak layak lagi
Karena itu dikatakannya, kritikan dari TI Kepresidenan itu menjadi langkah awal kita untuk mengevaluasi, bahwa persoalan TI memang sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini. Diintruksikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Bappeda Kaltim, diminta untuk segera memperbaiki TI tersebut.
Coba nanti Kominfo dan Bappeda bagaimana memperbaikinya segera. Karena terus terang saja, saya sendiri ketika membuka website kita itu, faktanya memang data yang ditampilkan tahun 2008. Artinya banyak yang harus kita benahi, apalagi ternyata orang luar dan termasuk Bapak Presiden memperhatikan Kaltim saat ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Awang juga mengintruksikan kepada Bupati dan Walikota untuk masing- masing memiliki perangkat teleconference, untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi. Supaya nantinya persoalan jarak yang jauh, tak menjadi alasan lagi.
Tapi ada juga Bupati atau Walikota, punya perangkat teleconference itu, tapi digunakannya hanya ketika mengecek Pilkada, selebihnya tak digunakan. Padahal banyak manfaatnya, berkomunikasi jarak jauh dengan saya Gubernur, kemudian dengan bawahan-bawahan yang berada jauh, bisa digunakan teleconference tersebut. Saya minta teleconference ini dimaksimalkan,” tambahnya. (aid/tribunkaltim.co.id/07/06/2010)




