Awang Utus Wagub ke China
SAMARINDA – Gubernur Awang Faroek Ishak mengutus Wagub Farid Wadjdy ke Shanghai, China. Farid diperintahkan untuk menindaklanjuti dan memastikan rencana investasi oleh tiga investor di Kaltim.
Tiga investor tersebut sebelumnya pernah ke Kaltim dan mempresentasikan rencana investasinya di depan Gubernur Kaltim. Pak Wagub sekarang berangkat ke Shanghai mewakili saya. Untuk lebih memantapkan kerjasama kita dengan mereka. Mudah-mudahan saja, karena saya melihat tiga investor itu serius bekerjasama dengan kita,” kata Awang, usai melantik Gerakan Pemuda Anti Narkoba (Gerpana) Kaltim di Kantor Gubernur, Rabu (9/6).
Tiga investor itu adalah, pertama kerjasama pengadaan sepeda listrik tahap pertama sebanyak 10.000 unit. Kedua, pembangunan infrastruktur jalan tol dan pelabuhan Maloy di Kutai Timur (Kutim). Dan ketiga, rencana membangun perusahaan downstream (turunan) seperti perusahaan margarine (mentega), minyak goreng, karet dan ban serta lainnya.
Untuk sepeda elektrik, kita kan sudah sediakan lahannya di Pelabuhan Kariangau Balikpapan, dan kita juga sudah lakukan penandatanganan MoU. Sedangkan jalan tol dan membangun perusahaan turunan di Maloy, hampir dipastikan juga akan mengarah ke MoU, makanya Pak Wagub sengaja saya utus ke China, guna lebih memantapkan dan memastikan kerjasama kita dengan mereka,” ujarnya.
Disinggung nilai investasi secara keseluruhannya, Awang mengaku belum bisa memperhitungkannya, sebab masih dalam tahap finalisasi kerjasama. Namun dilihat dari keseriusan tiga investor tersebut, dapat dipastikan akan segera terwujud dalam waktu dekat ini.
Kalau nilainya belum kita ketahui, kan masih tahapan MoU. Selain itu sebenarnya banyak investor lain yang juga berminat bekerjasama dengan kita. Makanya kalau soal nilai investasinya, masih akan kita perhitungkan lebih dalam,” terangnya.
Lantas bagaimana jika nantinya tiga investor itu sama seperti swasta lainnya, hanya sebatas MoU dan MoU, namun realisasi tak jelas? Awang mengatakan, saat ini tak ingin berandai-andai, lebih kepada bagaimana memikirkan langkah-langkah selanjutnya.
Yang jelas kita lihat saja nanti. Kita kan sudah berusaha. Bahwa memang ada beberapa investor yang hanya berminat namun tak ada realisasinya sampai sekarang, kita jadikan pelajaran saja,” tandasnya.
Satu dari tiga investor itu juga ada yang berkeinginan dibidang pertambangan batu bara. Kepada perusahaan tambang yang tidak memiliki modal yang cukup, investor tersebut siap menanamkan modalnya.
Ini suatu peluang. Karenanya kepada pengusaha tambang yang sulit dalam permodalan, saya imbau untuk menghubungi kami, karena salah satu investor asal China itu siap membiayainya. Nanti teknisnya seperti apa, silahkan saja masing-masing membicarakannya,” kata Awang, Rabu (9/6) di Gubernuran.
Permodalan dibidang tambang itu, dikatakannya, bukanlah kompensasi atas rencana kerjasama Pemprov, melainkan sebuah peluang investasi Kaltim. Selain itu bukan berarti dirinya kemudian akhirnya setuju dengan tambang atau bertolak belakang dengan program Green Kaltim (Kaltim Hijau, red).
Ini untuk tambang yang benar-benar menambang tapi kesulitan untuk modal. Kalau soal tambang yang merusak lingkungan, saya tetap komitmen untuk segera dievaluasi izin tambangnya,” tandasnya. (aid/tribunkaltim.co.id/10/06/2010)




