Gubernur Usulkan Porprov Digelar Bersama
Masing-masing Daerah Bisa Jadi Tuan Rumah
SAMARINDA. Nasib Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Kaltim yang seyogyanya digelar di bulan Juli mendatang, tampaknya semakin tidak jelas. Beberapa waktu lalu, Bontang yang semula ditunjuk sebagai tuan rumah menyatakan mundur, karena anggaran bantuan dari Pemprov Kaltim yang diminta tidak juga ada kepastian. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, pelaksanaan Porprov tetap penting, tetapi tidak harus mutlak digelar di bulan Juli seperti rencana semula. Bila ternyata tidak siap, bisa saja diundur, sampai benar-benar siap digelar.
"Tidak mutlak seperti itulah, kan tergantung kita juga, apakah siap atau tidak. Bila ternyata belum siap, ya silakan saja diundur," kata Awang Faroek.
Soal anggaran Rp25 miliar yang ternyata baru diusulkan di APBD-P 2010 dan belum dibahas di DPRD Kaltim, menurutnya itu masalah lain. Begitu juga soal nilai anggarannya, bisa saja disetujui semua oleh dewan, tetapi bisa juga hanya setengah atau seperti apa nantinya.
"Kalau soal anggaran kita lihat saja nantilah," ujarnya lagi. Tetapi ia mengusulkan agar pelaksanaan Porprov Kaltim digelar bersama-sama oleh semua daerah di Kaltim. Misalnya, sebagai tuan rumah pembukaan bisa saja di Bontang, tetapi pelaksanaan pertandingan dari masing-masing cabang olahraga (cabor) disesuaikan atau dibagi dengan beberapa daerah lain.
"Kan bisa saja seperti itu, jadi semua daerah ikut bertanggungjawab dari pelaksanaan Porprov. Bila itu dilakukan, tentu saja beban untuk penganggarannya akan semakin ringan. Jadi, tidak terfokus di satu daerah saja, seperti di Bontang misalnya. Silakan saja, bila ada daerah yang bisa melaksanakan 3 cabor atau lebih, sisanya di daerah lain yang mampu," tegasnya lagi. (ias/sapos.co.id/15/06/2010)




