Gubernur Kalteng Ancam Pecat PNS Pemakai Narkoba
PALANGKARAYA--MI: Dalam waktu dekat, Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan melakukan tes urine bagi seluruh PNS di lingkungan Sekretariat Daerah (setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.
"Kami tidak menjadwalkan kapan dilakukan tes urine itu. Karena tes itu akan dilakukan secara tiba-tiba dan acak. Tapi kami pastikan dalam waktu dekat tes dilakukan," kata Gubenur Kalteng Agustin Teras Narang kepada wartawan seusai upacara Hari Narkotika Internasional di Palangkaraya, Sabtu (26/6).
Menurut Teras, dirinya telah menginstruksikan dilakukannya tes ini kepada BNP Kalteng. Dirinya ingin PNS yang berada di lingkungan Sekda Pemprov Kalteng bebas dari narkoba. "Bagi PNS yang terbukti memakai narkoba akan kami tindak tegas dengan pemecatan dan itu merupakan harga mati," tegas dia.
Berdasarkan laporan yang dirinya terima dari pihak aparat peredaran narkoba di Kalteng sangat
memprihatinkan."Untuk itu, saya meminta kepada pihak aparat untuk lebih menjaga pintu masuk narkoba ke Kalteng. Untuk saat ini yang dapat kami lakukan hanya meminimalisasi jumlah tersebut," tuturnya.
Menurut Ketua Pelaksana Harian BNP Kalteng Yoab Mihing, berdasar hasil penelitian Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi Kalteng (BNP) diungkapkan ada sekitar 30 desa se-Kalteng yang marak peredaran narkoba, terutama di wilayah perdesaan yang memiliki kawasan lokalisasi. Untuk 2009, terdapat 307 kasus tindak pidana dan 377 tersangka narkoba.
"Jadi di tiap desa yang memiliki lokalisasi sudah bisa dipastikan terdapat peredaran narkoba dan kami tidak lagi menganggap enteng masalah narkoba di Kalteng," ujar Yoab.
Ia mengaku, meski bandara Kalteng termasuk dari empat bandara yang memiliki alat sensor pendeteksi narkoba bentuk serbuk dan cairan, namun dari sisi pantai masih tetap lemah pengawasan. kalteng memiliki garis pantai sepanjang 750 kilometer. Ini menjadi sasaran utama para pengedar.
"Jujur kami tidak bisa mengawasi banyaknya manusia yang keluar masuk Kalteng melewati pelabuhan besar maupun kecil," papar Yoab. (SS/OL-5/mediaindonesia.com/28/06/2010)




