Kaltim Buka Sekolah Olahraga
Menampung 100 Pelajar, Hari Ini 163 Orang Ikut Seleksi
SAMARINDA. Sarana dan prasarana olahraga yang dimiliki Kaltim akan dimaksimalkan, tidak hanya untuk tempat olahraga atau membina atlet-atlet berbakat yang akan mengharumkan nama daerah, tetapi juga untuk membangun sekolah khusus untuk olahragawan. Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Masri Hadi, sekolah yang dikhususkan bagi atlet atau olahragawan yang berprestasi ini memang baru pertama dibangun di Indonesia, bahkan ini adalah sekolah yang bertaraf Internasional.
"Itu karena tidak hanya siswa atau pelajar yang diterima di sini adalah mereka yang berprestasi dalam bidang olahraga saja, tetapi guru-gurunya pun pilihan, sehingga semuanya sangat berpotensial dalam mengembangkan bakat dari anak didik tersebut," kata Masri Hadi, kemarin.
Untuk sementara, Sekolah Khusus Olahragawan yang setara dengan SMP dan SMA ini akan menerima 100 siswa saja. Mereka nantinya tidak hanya dididik atau dilatih dalam bidang olahraga seperti bidang yang dikuasainya, tetapi juga pendidikan umum. Sehingga nantinya mereka tidak hanya berprestasi di bidang olahraga saja, tetapi di dunia pendidikan juga tak mengecewakan.
Makanya, pola pendidikan yang dibangun adalah, sejak pagi hingga siang mereka tetap sekolah seperti biasa, dengan kurikulum normal yang ada, baru pada sore harinya akan dilakukan pembinaan khusus di bidang olahraga, seperti dalam cabang olahraga (cabor) yang sudah dipilih.
"Ada 20 cabor yang dibuka, semuanya mendaftar. Jadi pemilahannya jelas, sudah sesuai dengan bakat dari masing-masing anak. Tinggal pembinaannya saja," tegasnya lagi. Agar pembinaan yang dilakukan lebih terarah, para siswa itu akan diasramakan di GOR Madya Sempaja, dan melakukan aktivitas di lingkungan itu. Ini agar tidak hanya pembinaan yang dilakukan lebih maksimal, tetapi kedisiplinan dan lain-lain yang diperlukan juga akan bisa lebih terkontrol diberikan.
Ia mengatakan, selama ini para atlet memang bisa mengukir prestasi dengan baik di bidang olahraga, tetapi terkadang mereka tak biasa membagi waktu, sehingga di dunia pendidikan normal tak bisa berprestasi. Ini yang menurutnya sangat memprihatinkan.
"Makanya, ini yang menjadi salah satu dasar kita, sehingga nantinya para atlet tidak hanya mengukir prestasi di bidang olahraga saja, tetapi juga di sekolah umum. Apalagi sekolah ini bertaraf internasional, jadi tidak hanya Kaltim saja, tapi juga beberapa daerah di Indonesia ada yang sudah mendaftarkan diri," tandasnya kemarin.
Menurutnya, hari ini di Kantor Dispora Kaltim akan digelar seleksi bagi siswa yang akan masuk ke Sekolah Khusus Olahragawan tersebut. Sudah ada 163 orang yang mendaftar dan mereka akan diseleksi, karena hanya 100 orang yang diterima sebagai siswa di sekolah tersebut. (ias/sapos.co.id/08/07/2010)




