Badan Diklat Gagal Diresmikan Mendagri
Gubernur Ingin Dimaksimalkan Buat Pelatihan
SAMARINDA. Rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meresmikan bangunan Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kaltim terpaksa gagal. Menurut Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, batalnya Mendagri datang tidak ada kaitannya dengan rekomendasi dari DPRD Kaltim untuk menunda peresmian itu, tetapi mutlak karena persoalan kesibukan Mendagri dengan berbagai agenda kenegaraan, sehingga kegiatan peresmian yang semula dijadwalkan Mendagri di Kaltim terpaksa dibatalkan.
"Saya sudah bertemu dengan Mendagri (Gamawan Fauzi, Red) di Bogor, saat rakor beberapa waktu lalu. Beliau secara khusus meminta maaf, karena tidak bisa hadir pada acara kita," tandasnya lagi.
Tetapi ia berharap, gagalnya mendagri meresmikan bangunan diklat itu tidak mengurangi hikmah dari acara tersebut. Apalagi menurutnya, keberadaan bangunan itu sangat penting, sebagai pusat dari berbagai pelatihan yang ada di Kaltim. Tidak hanya PIM untuk kenaikan golongan saja, tetapi juga pelatihan lain yang intinya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim. Ini menurutnya adalah tantangan, karena dengan megahnya bangunan yang ada saat ini, sangat disayangkan bila tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.
"Kita berharap, nantinya bangunan diklat ini tidak hanya untuk pelatihan yang digelar di pemerintahan saja, tetapi juga perusahaan atau swasta bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin," jelasnya lagi.
Hadir juga dalam peresmian gedung Badan Diklat itu selain pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim, seperti Danrem 091/ASN Kolonel Inf Aries Martanto, Setprov Kaltim Irianto Lambrie, juga 105 camat di seluruh Kaltim. Menurut Awang Faroek ini adalah sesuatu yang menggembirakan sehingga pengetahuan dan ilmu yang diperoleh para camat bisa terus bertambah, tetapi ada juga kabupaten/kota yang tidak mengirimkan camatnya dalam Diklat yang digelar kali ini, tentu saja perlu ditanyakan apa yang menjadi alasannya.
Sementara Kepala Badan Diklat Kaltim Farida Widiawati mengatakan, fasilitas yang dimiliki Badan Diklat Prov Kaltim memang sudah sangat layak untuk menggelar pelatihan tingkat provinsi. Itu tidak hanya karena aula utama yang bisa menampung hingga 500 orang, tetapi juga asrama yang juga bisa menampung hingga 200 orang lebih. Bangunan diklat ini juga dilengkapi Gedung Guest House atau wisma tamu dengan 2 lantai sebanyak 2 unit. Selain itu sarana olahraga yang memadai, untuk lapangan tenis, voli dan basket. Selain itu juga ada masjid dan lahan parkir yang sangat memadai.
"Kita memang ingin membuat sarana diklat yang memadai, sehingga benar-benar bisa dimaksimalkan untuk tempat latihan," tandasnya lagi. (ias/sapos.co.id/11/08/2010)




