Bupati-Walikota Jangan Sering ke Luar Daerah
SAMARINDA – Untuk kesekian kalinya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kembali mengingatkan kepada para pejabat khususnya Bupati dan Walikota se-Kaltim untuk tidak terlalu sering meninggalkan daerahnya. Baik itu ke Jakarta maupun daerah lainnya. Jika ada undangan atau keperluan, hendaknya diwakilkan saja kepada staf.
Bupati dan Walikota harus lebih fokus memikirkan persoalan atau pekerjaan di daerah masing- masing. Kehadiran Bupati dan Walikota di daerahnya sangat vital, sebagai penentu kebijakan langsung pembangunan.
"Berangkatnya kalau memang perlu dan mendesak saja, jangan terlalu sering, kasihan pekerjaan yang ada di daerah malah terbengkalai nantinya. Atau kalau perlu, cukup dititipkan saja keperluannya kepada Gubernur, nanti saya yang sebagai wakil pemerintah pusat menyampaikannya ke pusat," kata Awang belum lama ini.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, namun lebih dari itu yakni harus mampu memimpin bawahannya dengan baik. Dia mendengar, masih banyak pejabat yang hubungannya tak harmonis dengan bawahannya.
"Makanya, karena seorang pejabat lebih sering berangkat, sehingga ia tak mampu membina hubungan yang baik dengan anak buahnya. Ini tak boleh terjadi," tegasnya lagi.
Selain itu dia juga mengingatkan, keberhasilan secara umum sebuah kepemimpinan adalah ketika masyarakatnya sejahtera, artinya ketika kehidupan masyarakat belum ke arah yang lebih baik dan sejahtera, tentu saja ini menjadi pertanyaan.
"Pasti ada yang salah kalau nyatanya daerah itu belum berkembang dengan baik pembangunannya. Hal inilah sehingga menjadi tugas seorang pemimpin untuk terus bisa membenahi sistem yang sudah ada, sehingga menjadi lebih baik lagi. Kita mulailah dengan diri kita masing-masing, dengan salah satunya tidak terlalu sering berangkat ke luar kota itu. Karena saya pikir masih banyak pekerjaan daerah yang patut kita selesaikan terlebih dahulu," tandasnya. (aid/tribunkaltim.co.id/14/08/2010)




