Awang Lantik Dua Bupati
SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dijadwalkan akan melantik dua pasangan Bupati dan Wakil Bupati di dua Kabupaten berbeda di Kaltim. Mereka adalah Bupati Paser M Ridwan Suidi dan Wakilnya Mardikhansyah, Selasa (31/8) di Paser, dan Bupati Bulungan Budiman Arifin dan Wakilnya Liet Ingai, Rabu (1/9) di Bulungan.
Kedua pasangan yang akan dilantik itu adalah hasil Pemilihan Bupati (Pilbup) di masing-masing daerah mereka selama ini. Dengan hasil perolehan suara kedua pasangan itu yang di atas 30 persen, maka Pilbup hanya digelar satu kali putaran.
"Dari jadwal yang kami terima seperti itu, jadi besok (hari ini, red) jadwalnya Bupati dan Wakil Bupati Paser yang dilantik Gubernur, sehari setelahnya Gubernur langsung ke Bulungan untuk melantik Bupati dan Wakil Bupatinya yang terpilih," kata Kepala Biro Pemerintahan Setprov Kaltim Sri Sulasmi Retno, Senin (30/8).
Dari jadwal pelantikan keduanya, dikatakannya, bertepatan dengan masa akhir dari jabatan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya. Kendati keduanya adalah pasangan calon incumbent, namun prosesi pelantikan tetaplah sesuai dengan berakhirnya masa bhakti tersebut karena mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang ada.
"Kalau pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, ini adalah yang kedua kalinya, jadi barangkali tidak ada serah terima jabatan (Sertijab). Saya tidak tahu kalau Bupati dan Wakil Bupati Paser, karena Wakilnya ganti. Saya pikir itu adalah agenda masing-masing dari mereka untuk menentukannya. Dari kami Pemprov hanya mengatur pelantikan yang dilakukan oleh Pak Gubernur," ujarnya.
Sementara itu, ditambahkannya, usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, Gubernur Awang Faroek bersama sejumlah sejumlah staf dilingkup Pemprov Kaltim akan langsung menggelar safari Ramadan di kawasan utara Kaltim, diantaranya Tarakan, Malinau dan Nunukan.
"Jadwal pastinya saya tidak tahu, tapi memang setelah melantik Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, Pak Gubernur akan langsung menggelar safari Ramadan. Kalau soal safari ini, untuk lebih jelasnya silahkan tanya pada bagian protokol Pemprov," tambahnya. (aid/tribunkaltim.co.id/01/09/2010)




