Makmur Tetap Dilantik 15 September
Gubernur Batal ke Brazil
SAMARINDA - Pelantikan Bupati Berau Makmur HAPK dan Ahmad Rifai akhirnya tetap dilaksanakan pada 15 September. Sebelumnya sempat dikabarkan kalau pelantikan bupati dan wakilnya itu akan diundur hingga 22 September, karena pertengahan bulan ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akan mengikuti pertemuan di Brazil.
Belakangan, saat bertemu usai open house Lebaran Gubernur di Lamin Etam Jumat (10/9) lalu, Faroek memastikan pelantikan bupati di kabupaten itu tetap dilaksanakan sesuai jadwal. “Pelantikan tetap dilaksanakan pada 15 September. Saya tak jadi ke Brazil,” kata Gubernur.
Dia juga menjelaskan, pembatalan dirinya ke Brazil tak ada sangkut pautnya dengan pencegahan ke luar negeri dirinya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Faroek mengaku untuk berangkat ke Brazil itu dia sudah mengantongi izin dari Menteri Dalam Negeri.
Pertimbangan membatalkan kunjungan ke salahsatu negara Amerika Latin itu murni karena dia harus meninggalkan posisinya lebih satu minggu dan harus ada pelaksana tugas (Plt) yang harus ditunjuk. “Daripada nanti menunjuk Plt lagi, repot, ya lebih baik saya batalkan,” tuturnya.
Sebelumnya, soal rencana pengunduran pelantikan bupati itu disayangkan banyak pihak. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Ibnu Sina Asyari menyebutkan, masa jabatan Kepala Daerah Berau periode 2005-1010 berakhir pada 15 September, maka akan terjadi kekosongan pimpinan apabila pelantikan diundur.
Selain itu, untuk periode-periode selanjutnya pelantikan kepala daerah tak lagi dilakukan pada 15 September, melainkan pada 22 September. “Kami dengar beliau (Gubernur) mau ke Brazil, tapi tidak tahu dalam rangka apa dan berapa lama. Berdasarkan informasi yang saya dapat, beliau meminta pelantikan pada 22 September,” ujar Sekkab, kala itu.
Di Brazil akan ada pertemuan Governor’s Climate and Forest (GCF) 2010 yang membahas soal lingkungan. Kaltim, kata dia, tetap mengirim delegasi dalam forum tersebut. Yakni, Staf Ahli Gubernur Dady Ruchiyat dan akademisi dari Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman (Fahutan) Mustofa Agung Sardjono. Pertemuan di Brazil adalah yang keempat. Sebelumnya pertemuan pernah dihelat di Amerika dan Nangroe Aceh Darussalam.
Menurut Faroek, Kaltim memiliki kesamaan dengan Brazil yang punya tropical rain forest. Karena itu, terang dia, pertemuan tersebut sangat strategis dalam hal membahas kondisi lingkungan, khususnya terkait tropical rain forest di Kaltim yang sama dengan Brazil. Selain itu, dalam pertemuan itu juga ada rencana menyusun konsep untuk memeroleh bantuan dana hibah dari Pemerintah Norwegia, mengenai program pengurangan emisi gas karbon. (far/kaltimpost.co.id/14/09/2010)




