Lima Eselon II Bakal Berganti
Dua di Antaranya karena Ikut Pilkada
SAMARINDA – Mutasi di lingkungan Pemprov. Kaltim tinggal menunggu waktu. Beberapa posisi dipastikan bakal bergeser. Khususnya pejabat yang ada di eselon II. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Irianto Lambrie menyebutkan, ada beberapa pejabat eselon II yang akan bergeser. “Ada yang karena masuk masa pensiun, ada juga karena mencalonkan diri menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah,” katanya.
Khusus untuk eselon II, setidaknya ada lima posisi yang bakal berubah. Yakni, Asisten I, dua orang Staf Ahli Gubernur, Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD), dan Kepala Badan Arsip.
Tiga Pejabat yang masuk masa pensiun adalah Asisten I, seorang staf ahli Gubernur, dan Kepala Badan Arsip.
Sementara yang bakal maju suksesi pilkada di level kabupaten/kota adalah Kepala BPPMD Nusyirwan Ismail. Nusyirwan sudah mengajukan cuti untuk mengikuti Pilkada Samarinda mendampingi calon wali kota Syaharie Jaang. Saat ini Kepala BPPMD Kaltim sementara dipegang oleh Asisten II M. Sa’bani.
Sementara Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Yansen akan digantikan posisinya karena berencana maju sebagai kandidat kepala daerah di Malinau.
Disinggung soal waktu pelaksanaan mutasi, Irianto belum bisa memberi gambaran. Karena, kata dia, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Selain posisi eselon II, pada mutasi kali ini juga akan ada pergeseran posisi pada jabatan eselon III dan IV. Total berapa jumlahnya. Irianto juga belum bisa memastikan.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pernah menyebutkan, mutasi di lingkungan Pemprov kembali akan di gelar usai Lebaran.
“Saya sudah suruh Baperjakat untuk melakukan inventarisasi para pejabat yang akan diganti (di-rolling),” katanya, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan saat itu, Awang juga memastikan, dalam seleksi yang dilakukan terhadap para pejabat di level Baperjakat, semua berlangsung dengan mekanisme sangat ketat.
Proses seleksi, jelas dia, tak hanya bergantung pada Gubernur. Karena, semuanya harus melalui pembahasan mendalam oleh Baperjakat. Posisi Gubernur, menurutnya, hanya sebagai “palu” terakhir untuk menentukan.
Seleksi yang dilakukan, diantaranya perhitungan masa kerja, pengalaman, jenjang pendidikan, pelatihan, prestasi, dan integritas.
Mutasi yang akan digelar ini adalah yang kedua, setelah perputaran posisi besar-besaran pada 24 Mei lalu. Saat itu, ada 383 pegawai negeri sipil (PNS) pada eselon II, III dan IV yang berganti posisi. Yakni, masing-masing satu orang dari eselon II A dan II B, 125 orang eselon III A, dan 256 orang eselon IV A. (far)
Sumber : Kaltim Post, 01/10/2010
SAMARINDA – Mutasi di lingkungan Pemprov. Kaltim tinggal menunggu waktu. Beberapa posisi dipastikan bakal bergeser. Khususnya pejabat yang ada di eselon II. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Irianto Lambrie menyebutkan, ada beberapa pejabat eselon II yang akan bergeser. “Ada yang karena masuk masa pensiun, ada juga karena mencalonkan diri menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah,” katanya.
Khusus untuk eselon II, setidaknya ada lima posisi yang bakal berubah. Yakni, Asisten I, dua orang Staf Ahli Gubernur, Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD), dan Kepala Badan Arsip.
Tiga Pejabat yang masuk masa pensiun adalah Asisten I, seorang staf ahli Gubernur, dan Kepala Badan Arsip.
Sementara yang bakal maju suksesi pilkada di level kabupaten/kota adalah Kepala BPPMD Nusyirwan Ismail. Nusyirwan sudah mengajukan cuti untuk mengikuti Pilkada Samarinda mendampingi calon wali kota Syaharie Jaang. Saat ini Kepala BPPMD Kaltim sementara dipegang oleh Asisten II M. Sa’bani.
Sementara Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Yansen akan digantikan posisinya karena berencana maju sebagai kandidat kepala daerah di Malinau.
Disinggung soal waktu pelaksanaan mutasi, Irianto belum bisa memberi gambaran. Karena, kata dia, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Selain posisi eselon II, pada mutasi kali ini juga akan ada pergeseran posisi pada jabatan eselon III dan IV. Total berapa jumlahnya. Irianto juga belum bisa memastikan.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pernah menyebutkan, mutasi di lingkungan Pemprov kembali akan di gelar usai Lebaran.
“Saya sudah suruh Baperjakat untuk melakukan inventarisasi para pejabat yang akan diganti (di-rolling),” katanya, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan saat itu, Awang juga memastikan, dalam seleksi yang dilakukan terhadap para pejabat di level Baperjakat, semua berlangsung dengan mekanisme sangat ketat.
Proses seleksi, jelas dia, tak hanya bergantung pada Gubernur. Karena, semuanya harus melalui pembahasan mendalam oleh Baperjakat. Posisi Gubernur, menurutnya, hanya sebagai “palu” terakhir untuk menentukan.
Seleksi yang dilakukan, diantaranya perhitungan masa kerja, pengalaman, jenjang pendidikan, pelatihan, prestasi, dan integritas.
Mutasi yang akan digelar ini adalah yang kedua, setelah perputaran posisi besar-besaran pada 24 Mei lalu. Saat itu, ada 383 pegawai negeri sipil (PNS) pada eselon II, III dan IV yang berganti posisi. Yakni, masing-masing satu orang dari eselon II A dan II B, 125 orang eselon III A, dan 256 orang eselon IV A. (far)
Sumber : Kaltim Post, 01/10/2010




