Isu KKN Muncul Jelang Penerimaan CPNS
TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Seakan menjadi tradisi, isu KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) kembali menyeruak tiap menjelang penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Meski sulit dibuktikan, hal itu justru menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa hal itu tidak terjadi.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Siun Jarias belum bersedia berkomentar banyak ketika ditanya masalah tersebut. Begitu juga ketika ditanya sanksi jika ada oknum pejabat yang terbukti melakukan KKN dalam proses penerimaan CPNS nanti.
"Soal itu saya tidak tahu dan belum mendengar. Saya belum berkomentar dulu. Tapi semua proses (penerimaan CPNS) itu kan sudah ada mekanisme dan pengawasannya," ujarnya, Senin (4/10/2010).
Seperti diketahui, menjelang seleksi penerimaan CPNS seperti sekarang, kembali muncul isu adanya cara pintas agar bisa lulus seleksi CPNS. Namun tentunya dengan kompensasi harus membayar puluhan juta kepada pejabat tertentu. "Tidak ada itu," sambungnya.
Terkait pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS, Siun mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan seleksi penerimaan CPNS dilaksanakan di Kalteng. Pasalnya, hingga saat ini, dia belum mendapat pemberitahuan terkait persetujuan usulan formasi CPNS yang sudah diusulkan.
Seleksi baru bisa dilaksanakan jika sudah ada persetujuan formasi dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara. Dengan begitu, baru nantinya diputuskan kapan seleksi akan dilaksanakan yang biasanya serempak dengan provinsi tetangga.
Seperti dilansir, tahun ini Kalteng mendapat jatah sebanyak 3.934 formasi yang akan dibuka untuk lingkungan pemerintah provinsi dan pemerintah di 13 kabupaten dan satu kota. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Provinsi Kalteng masih menunggu persetujuan tertulis dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara tentang usulan formasi-formasi secara rinci.
Pemerintah Provinsi Kalteng mendapat jatah 292 formasi, Kabupaten Barito Utara 236 formasi, Kapuas 271 formasi, Kotawaringin Timur 251 formasi, Kotawaringin Barat 260 formasi. Barito Selatan 232 formasi, Katingan 263 formasi, Seruyan 273 formasi, Sukamara 280 formasi, Lamandau 271 formasi, Gunungmas 291 formasi, Pulangpisau 247 formasi, Murungraya 263 formasi, Barito Timur 282 formasi dan Palangkaraya 222 formasi.(tribunnews.com/05/10/2010)




