Pegawai Disdikpora Selewengkan Dana PAUD
BONTOSUNGGU - Dua Pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jeneponto dituding menyelewengkan dana pendidikan usia Dini (PAUD). Dana tersebut seharusnya diperuntukkan bagi kelompok bermain (KB) Nurhikmah yang beralamat di BTN Romanga, Kecamatan Binamu. Tudingan itu dilontarkan Tutor KB Nurhikmah Sriyanti.
Kedua pegawai tersebut adalah Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Disdikpora Jeneponto Herman Rala dan staf Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Jeneponto Ridwan. Keduanya diduga kuat telah melakukan manipulasi data nama murid, serta diduga mengambil dana Rp24 juta, milik KB Nurhikmah.
Sriyanti menjelaskan, awal Januari 2009, ia membuka kelompok bermain Nurhikmah bersama dengan Pengelolanya Jumrah, Andi Ida sebagai tutor bersama dirinya.
Kemudian atas persetujuan Herman, ia diminta membuat proposal bantuan dana operasional kelompok bermain Nurhikmah. Selanjutnya proposal itu dimasukkan ke seksi PAUD bidang PLS Disdikpora Jeneponto. Selanjutnya, pihak PLS memasukkan ke bidang PLS Dinas Pendidikan (Diknas) Sulsel.
"Proposal sudah diajukan dan tim verifikasi dari Diknas Provinsi Sulsel, sudah datang melihat meninjai KB Nurhikmah. Dari hasil verifikasi dinyatakan baik untuk perkembangan anak," ujar Sriyanti.
Namun, setelah sekian lama menunggu, dana operasional dari PAUD tidak kunjung cair. Hingga 2010 dana PAUD belum juga sampai ke KB Nurhikmah hingga ia mengecek langsung ke Dinas Pendidikan Sulsel. Ternyata, dananya sudah cair sejak Agustus 2010. Namun dana itu bukannya diberikan kepada pembuat proposal (Nurhikmah), akan tetapi dana itu disalurkan ke KB Permata Hati, yang terletak di belakang Kantor Dinas Dikpora yang selama ini diduga hanya fiktif karena tidak pernah ada kegiatan.
Padahal, KB Permata Hati, kata Sriyanti, baru sementara dibangun gedungnya sampai sekarang tidak berfungsi. Sehingga Herman Rala bersama Ridwan melakukan manipulasi data nama murid.
"Keduanya mengambil data murid Nurhikmah dan mengalihkan data nama murid tersebut ke kelompok Bermain Permata Hati untuk mencairkan dana PAUD Rp24 juta," ujar Sriyanti.
Kecurigaan ada manipulasi, kata dia, karena saat itu Herman pernah meminta data nama-nama murid PAUD Nurhikmah. Alasannya, nama tersebut akan disetor ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.
Bahkan menurut Sriyanti, dirinya telah mencocokkan nama-nama muridnya di PAUD Dinas Provinsi Sulsel. Ternyata nama yang masuk ke BK Permata Hati, itu adalah nama murid yang berasal dari BK Nurhikmah.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Disdikpora Jeneponto Herman Rala membantah tudingan tersebut. Ia tidak mau disebut melakukan manipulasi data nama murid. Demikian pula, dugaan mengambil dana Rp24 juta milik Kelompok Bermain (KB) Nurhikmah di BTN Romanga.
"Tuduhan Sriyanti yang menyatakan kami melakukan manipulasi data murid KB Nurhikmah yang dialihkan ke KB Permata Hati hanyalah kesalahpahaman," jelas Herman.
Ia mengakui, data murid KB Nurhikmah memang pernah dia minta. Tujuannya, untuk menggabungkan murid tersebut ke KB Permata Hati.
Demikian pula pengalihan dana KB Nurhikmah ke KB Permata Hati, menurut Herman juga tidak berdasar. Dikatakannya, tidak mungkin KB Nurhikmah yang dapat bantuan dana rintisan dialihkan ke KB Permata Hati. "Karena masing-masing punya proposal dan rekening tersendiri", tutur Herman.(lom/jpnn/metrobalikpapan.co.id/21/12/2010)




