Pegawai Pemprov Malas Olahraga
Ada Senam Jumat, Pesertanya Tak Pernah Maksimal
SAMARINDA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim malas berolahraga. Kalimat itu dituturkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Masri Hadi, di sela jumpa pers memperingati HUT ke-54 Pemprov Kaltim, Jumat lalu.
“Dari hasil survei yang ada, hanya 20 persen saja PNS yang berolahraga. Sisanya malas berolahraga,” kata Masri Hadi. Kondisi itu, kata dia, menyebabkan banyak PNS yang terkena penyakit, seperti jantung hingga penyakit mematikan lainnya. Meski Pemprov Kaltim sudah berupaya menggiatkan olahraga, pesertanya tak pernah maksimal. Seperti senam setiap Jumat pagi, tak diikuti semua PNS.
“Hampir seluruh satuan kerja, kurang peduli dengan kegiatan olahraga. Sehingga PNS juga malas berolahraga,” tuturnya. Karena itu, terkait dengan HUT Pemprov Kaltim kali ini, Masri Hadi menyampaikan, akan berupaya mengolahragakan PNS. Caranya dengan menggelar berbagai perlombaan di bidang olahraga. Dari mulai futsal, bulutangkis, hingga perlombaan lain.“Ini upaya kami agar PNS bisa kembali giat berolahraga dan selalu sehat,” imbuhnya.
DITUNDA
Sementara itu, peringatan HUT ke-54 Pemprov Kaltim yang sedianya dilaksanakan Senin (10/1) diundur menjadi Kamis (13/1). Ini karena Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak harus bertolak ke Jakarta. Asisten IV Sekprov Kaltim HM Aswin menyampaikan penundaan itu dalam jumpa pers di RRI Samarinda, Jumat lalu. Aswin menyampaikan, pengunduran itu tidak banyak berpengaruh pada persiapan. “Tinggal mengubah undangan saja,” sebutnya. Kemarin, pengunduran jadwal itu sudah disosialisasikan ke seluruh lingkungan Pemprov Kaltim, termasuk undangan.
Sedianya, upacara peringatan HUT Pemprov Kaltim dan rapat paripurna dilaksanakan Senin (10/1), plus resepsi pada malam harinya di Stadion Sempaja Samarinda. Namun tiga adenda itu akan dilaksanakan Kamis (13/1).
Soal raker yang dihadiri Gubernur, dia menyebut itu wajib diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia. Karena pada kegiatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan pengarahan tentang Pelaksanaan Program Pembangunan Tahun 2011 (RKP dan APBN 2011) bertempat di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC).
“Sesuai undangan rapat kerja dari Sekretaris Kabinet tertanggal 4 Januari 2011, seluruh kepala daerah harus mengikuti raker bersama Presiden pada 10 Januari. Padahal, kita semua tahu jadwal itu bertepatan dengan puncak peringatan HUT Provinsi Kaltim ke-54,” kata Aswin yang juga ketua Panitia HUT Provinsi Kaltim.
Terkait dengan HUT itu, akan diserahkan berbagai penghargaan. Di antaranya ke beberapa tokoh berjasa di Kaltim. Misalnya Almarhum Herlan Agussalim, HM Fuad Arieph, H Achmad Husry, KH Saad Idjan Saleh, Eka Komariah Kuncoro, Suwinah Alwy, Rusmilawati, Jusuf SK, Almarhum S Mochsen, dan Almarhum Ence Abdussamad.
Begitu pula untuk agenda kegiatan malam Education Award yang rencana akan dilaksanakan pada (9/1) dimundurkan pada Rabu (12/1). Kegiatan ini merupakan agenda tetap Pemprov Kaltim dalam memberikan apresiasi dan penghargaan bagi orang-orang yang berprestasi di bidang pendidikan di Kaltim.
“Pada malam resepsi ini hendaknya seluruh warga Kaltim, khususnya Samarinda dan kota lain disekitarnya dapat hadir dan ikut memeriahkan malam tersebut. Karena malam resepsi ini diadakan untuk masyarakat sebagai tanda kebahagiaan kita semua,” ungkap Aswin.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kaltim Fachruddin Djaprie dalam konferensi pers di lantai 3 Gedung DPRD Kaltim, mengatakan, undangan yang sudah disebarkan untuk menghadiri paripurna mencapai 800. Undangan yang sudah disebar ini meliputi undangan kepada bupati dan wali kota se-Kaltim. Tentu saja penundaan paripurna ini berimbas pada berbagai kegiatan kedewanan. Sehingga Fachruddin juga mengimbau kepada wakil rakyat yang sudah menjadwalkan tugas keluar daerah untuk dibatalkan.
“Komisi-komisi yang sudah menjadwalkan tugas keluar daerah adalah Komisi III ke Palembang dan Komisi IV ke Jakarta. Untuk itu diminta untuk menunda, sehingga bisa menghadiri paripurna yang sudah dijadwalkan pada 13 Januari mendatang,” katanya.
Mengenai kegiatan lainnya yang berkaitan dengan HUT Provinsi Kaltim ini, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur ini, tidak ada perubahan. Karena yang mengalami perubahan adalah jadwal pelaksanaan paripurna saja. (eff/zom/kaltimpost.co.id/09/01/2011)




