Adi Buhari Jabat Kepala Tim BP KIK
BALIKPAPAN--Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Kaltim, Adi Buhari, akhirnya dilantik menjadi Kepala Tim Persiapan Pembentukan Badan Pengelola (BP) Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan. Pelantikan yang dilaksanakan Jumat (14/1) lalu tersebut, dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak.
Kepala Bapedda Balikpapan, Suryanto MM mengungkapkan, tugas awal Tim persiapan KIK, adalah menginventarisir kekurangan-kekurangan yang dibutuhkan seperti, infrastruktur untuk dikoordinasikan dengan Pemkot Balikpapan maupun Pemprov Kaltim.
“Hanya ketuanya timya saja yang dilantik, yang jelas yang terlibat dalam tim ini, ada dari Bappeda Provinsi dan Balikpapan, kalangan industry, Kadin, dan sejumlah peruahaan industri yang ada di KIK,” kata Suryanto, kemarin.
Suryanto menerangkan, tim tersebut akan bekerja hingga keluarnya izin usaha KIK, dari kementrian Perindustrian dan Perdagangan yang saat ini terus diupayakan.
“Jadi, kalau sudah beroprasi, tim persiapan secara otomatis juga dibubarkan,” terang dia.
KIK yang memiliki dua akses mauk yakni melalui jalur darat yang harus memalui jalan sepanjang 12 kilometer melalui Km 13 Soekarno-Hatta, serta melalui jalur laut melintasi pelabuhan peti kemas Kariangau, yang hingga saat ini pengerjannya terus dilanjutkan.
“Kalau masalah jalan masuknya, sudah dianggarkan sebesar Rp 38 miliar melalui APBD Provinsi, dan ditargetkan rampung dalam 2011 ini,” ungkap mantan Kepala BPID tersebut.
Sedangkan untuk progress pengerjaan pembangunan pelabuhan peti kemas kariangau, dikatakanya, secara fisik, progress pembangunannya telah mencapai sekira 40 persen. Diperkirakannya, pengoprasian pelabuhan peti kemas tersebut, baru dapat terealisasi pada tahun 2012 mendatang. Namun, infrastruktur yang tidak kalah pentingnya dalam upaya pengoprasian KIK tersebut, adalah fasilitas listrik dan air bersih, untuk mendukung seluruh aktivitas KIK.
“Pembangunan dua pembangkit listrik, yang pertama hasil kerja sama Pemprov dan PLN sebanyak 2 x 100 megawatt, serta pembangkit 2 x 15 megawatt yang dibangun Kariangau Power, akan memenuhi kebutuhan listrik KIK, sehingga seluruh aktivitas perundistrian di Balikpapan bisa dipusatkan di sana,” pungkas dia.(ibr/metrobalikpapan.co.id/17/01/2011)




