Minta Pemprov Tambah Tenaga Pengajar Profesional
SAMARINDA. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Lelyanti Ilyas meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk menambah tenaga pengajar profesional. Leliyanti berpendapat bahwa Kaltim memerlukan penambahan jumlah tenaga pengajar yang profesional untuk mengimbangi dan memenuhi persyaratan dari standarisasi klasifikasi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
Pernyataan itu berdasarkan pengamatannya akan maraknya berbagai sekolah di Kaltim yang ingin masuk dalam klasifikasi menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) untuk menuju SBI.
Yang mana kata dia untuk masuk dalam klasifikasi menjadi SBI, sekolah harus memiliki jumlah tenaga pengajar yang professional yang mencukupi sesuai dengan maraknya keinginan sekolah-sekolah di Kaltim khususnya Samarinda yang ingin menjadikan sekolah mereka masuk dalam klasifikasi SBI.
"Saat ini sekolah-sekolah di Kaltim berlomba-lomba untuk menjadikan sekolah mereka menjadi SBI, namun tanpa mereka sadari sebenarnya mereka kurang memiliki tenaga pengajar yang profesional sesuai standarisasi yang diinginkan sebagai SBI. Itu terbukti dari meningkatnya jumlah ketidak lulusan peserta didik pada UAN tahun ini. Maka dari itu untuk memenuhi persyaratan tersebut kita butuh penambahan tenaga pengajar profesional tersebut," ujar Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Penambahan tenaga pengajar profesional tersebut, ujarnya, bisa dilakukan dengan cara melakukan kerjasama dengan negara-negara berkembang seperti Amerika, Austalia dan Jepang untuk mengirimkan beberapa guru atau tenaga profesional untuk mengajar di sekolah yang memang kekurangan tenaga pengajar profesional.
"Di Papua misalnya, Pemprov Papua melakukan kerja sama dengan Australia untuk mengirimkan sekitar 50 guru mereka ke Papua untuk menjadi tenaga pendidikan dan ini adalah salah satu program untuk meningkatkan pendidikan di Papua yang patut juga kita tiru dan kita aplikasikan untuk meningkatkan dunia pendidikan kita (Kaltim. Red) terutama untuk sekolah-sekolah yang terletak di daerah pedalaman," tuturnya.
Dengan adanya usulan untuk menambahkan tenaga pengajar profesional di Kaltim, Leliyanti berharap keseriusan Pemprov Kaltim dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim maupun kabupaten/kota untuk memuwudkan hal itu.
"Kalau wacana untuk penambahan guru dengan metode kerjasama ini mampu terwujud maka kita sangat membutuhkan keseriusan pemerintah. Karena tidak hanya sebatas menambahan gurunya saja, kita juga akan memberikan fasilitas dan prasarana yang baik untuk para calon guru yang akan kita datangkan dari luar negeri tersebut, baik berupa rumah, transportasi dan juga kebutuhan mereka wajib menjadi tanggung jawab pemerintah," tandasnya.(agi/samarindapost.co.id/14/03/2011)




