Senin, Gubernur Launching Erau 2011
Dinamai Erau Tempong Tawar di Tanah Kutai, Masyarakat Bebas Berpartisipasi
TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara akan kembali menggelar pesta adat Erau pada Juli 2011 mendatang. Tema yang bakal diusung adalah Erau Tempong Tawar di Tanah Kutai (ET3K).Konsep ET3K 2011 hampir sama dengan sebelumnya, yaitu memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan Pemkab sebatas memfasilitasi pada segmen yang tidak mampu dilakukan warga Kukar.
Menurut Sekkab Kukar Dr Haryanto Bachroel launching atau pencanangan ET3K 2011 akan dilakukan Gubernur Kaltim Dr Awang Faroek Ishak usai meresmikan Gelanggang Olahraga Aji Imbut di Desa Perjiwa Tenggarong Seberang, Senin (28/3) pekan depan.
Pencangan ini katanya, dilakukan dalam bentuk upacara sederhana dalam kemasan adat Kesultanan Kutai Kartanegara, di antaranya upacara Tempong Tawar. Upacara Tempong Tawar akan dipimpin Sultan Kutai Kartanegara H Aji M Salehuddin II.
Tujuan upacara ini agar pelaksanaan ET3K Juli nanti dapat berlangsung dengan tertib, aman dan mencapai sasaran yang diinginkan. “Sasarannya antara lain semakin terlestarikannya adat dan budaya di tanah Kutai,” ujarnya.
Kenapa adat dan budaya serta tradisi di Kutai ini perlu dilestarikan? Disebutkan, proses modernisasi saat ini terasa begitu kuat akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga tradisi, adat-istiadat dan budaya orang Kutai dikhawatirkan kian terpinggirkan.
Padahal menurutnya, adat tradisi dan budaya warga Kutai yang diajarkan leluhur sangat baik dan masih relevan untuk anak cucu dan generasi Kutai. ”Seperti tentang perilaku dan sopan santun orang muda Kutai sekarang itu lebih condong mengadopsi kebiasaan dan tradisi orang luar,” katanya.
Selain itu pengenalan seni budaya tradisi Kutai juga kurang diminati. Di bidang olahraga tradisional hanya ada saat Erau. Harusnya olahraga tradisi itu bisa dijadikan salah satu mata lomba hingga di tingkat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Menyinggung tentang konsep pelaksanaan menurutnya, sama seperti Erau tahun lalu. Peran masyarakat bersama pihak swasta lebih menonjol. Pemkab hanya memfasilitasi pada segmen-segmen yang dianggap penting bagi upaya mendukung kelancaran pelaksanaan ET3K.
”Ya bertindak sebagai fasilitator begitu,” ujarnya. Sedang materi ET3K juga tidak mengalami perubahan yang signifikan dan disesuaikan dengan kondisi yang berkembang nanti serta tentunya dukungan dana. (joe/kaltimpost.co.id/24/03/2011)




