Gubernur Nilai Positif
JPIP Kaltim Gelar Malam Anugerah Otonomi Award 2011
SAMARINDA. Program Monitoring dan Evaluasi Otonomi Daerah (Monev Otoda) garapan The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) Area Kaltim yang diikuti dengan paparan hasil-hasilnya dalam seminar dan Malam Anugerah Otonom Award setiap tahun, merupakan hal positif dan layak mendapat apresiasi. Demikian diungkapkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
"Saya kira kegiatan ini positif dan Pemprov Kaltim memberikan dukungan penuh," kata Faroek ketika menerima Direktur JPIP Area Kaltim Sofyan Masykur, di ruang kerjanya, pekan lalu.
Gubernur didampingi Karo Humas dan Protokol Pemprov M Yadi Robyan Noor mengatakan, Pemprov memiliki tim di pemerintahan, namun kajian, saran masukan dari pihak luar seperti JPIP terkait pelaksanakan otonomi daerah, baik dalam konteks luas maupun terbatas, tetap menjadi sumber rujukan bagi pemerintah.
"Apalagi, Pemprov dan JPIP Kaltim sudah menjalin kerja sama untuk mendorong kemajuan pelaksanaan otonomi di daerah-daerah," ujar Awang.
Ia juga menyatakan kesediaannya menjadi salahsatu pembicara dalam seminar sehari yang digelar JPIP Kaltim, termasuk menghadiri Malam Anugerah Otonomi Award. "Insya Allah, saya bersedia hadir, juga menjadi pembicara seminar JPIP Kaltim. Semoga tidak ada benturan kegiatan yang sangat mendesak. Jika mengundang pembicara tingkat pusat, sebaiknya lebih intens melakukan koordinasi dan berkomunikasi," kata Awangmemberikan saran.
Seminar Sehari dan Malam Anugerah Otonomi Award JPIP Area Kaltim 2011 dijadwalkan akhir Mei nanti di Samarinda. Kegiatan ini merupakan apresiasi tertinggi terhadap kepala daerah di 14 kota dan kabupaten di Kaltim dalam mendorong kemajuan bagi daerah dan warganya berdasarkan parameter dan indikator pencapaian yang sudah ditentukan.
Malam Anugerah Otonomi Award ini merupakan yang ketiga kalinya, sejak tahun 2006. Sejak tahun 2010 lalu, JPIP Kaltim memutuskan menggelar acara ini setiap tahun. "Informasi awal sekaligus undangan kepada Bupati, Walikota serta Ketua DPRD kota dan kabupaten sudah dikirim melalui kantor perwakilan di Samarinda, kecuali Pemkab Kukar, Kutim, Pemkot Bontang, Balikpapan dan Samarinda yang diantar langsung. Sedangkan Pemkab Tana Tidung dikirim melalui jasa angkutan udara," kata Sofyan.
Manajemen JPIP Kaltim, lanjut Sofyan, juga mengundang instansi pemerintah, perusahaan swasta, lembaga atau kelompok organisasi, maupun perorangan lainnya untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan ini, termasuk terlibat sebagai sponsor.
Saat ini manajemen dan tim peneliti JPIP Kaltim sedang merampungkan laporan akhir penilaian, dengan melengkapi berbagai data dan informasi yang masih kurang dari daerah-daerah. Misalnya, soal akses dokumen APBD kota dan kabupaten tidak semua menyerahkan laporannya. Jika ada, tapi hanya bersifat rekap total. Padahal, selain rekap total APBD, JPIP memerlukan dokumen rinci di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan lain-lain. (as/ran/kpnn/25/04/2011)




