Wabup: Tambahan dari Pemprov Kaltim Masi Diharapkan
Kutim Peroleh Subsidi Rp 57 Miliar
SANGATTA - Wakil Bupati (Wabup)Ardiansyah Sulaiman mengatakan, subsidi pemerintah Provinsi Kaltim untuk Kabupaten Kutai Timur yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)2011 tercata sebesar Rp 57 miliar. Namun demikian, dana pembangunan yang bersumber dari subsidi Provinsi Kaltim tersebut jauh lebih kecil dibanding kebutuhan dana yang diperlukan dalam memacu roda pembangunan di Kutai Timur.
“Tambahan subsidi dari Pemprov Kaltim untuk Kutim masih diharapkan,” kata Ardiansyah Sulaiman pada pertemuan dengan 6 anggota DPRD Kaltim yang melaksanakan reses di Sangatta, Senin (25/4) lalu.
Dana subsidi Pemprov Kaltim 2011 meliputi 14 item. Pertama, untuk biaya operasional sekolah daerah (Bosda) untuk SLTA bagi 7.122 pelajar senilai Rp 8.902.500.000. Kedua, tambahan penghasilan (insentif guru) bagi 4.005 orang senilai Rp 14.418.000.000. Ketiga, bantuan tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanan sebanyak 434 orang senilai Rp 1.562.400.000. Keempat, prioritas puskesmas 24 di Muara Bengkal senilai Rp 2 miliar. Kelima, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian senilai Rp 1.098.000.000.
Berikut, subsidi provinsi Kaltim tahun 2011 pada item keenam, yakni untuk pembebasan lahan Kawasan Industri Pelabuhan Indonesia (KIPI) Maloy senilai Rp 7 miliar. Ketujuh, pelabuhan kenyamukan Kutim senilai Rp 12.500.000.000. Kedelapan, bantuan dana pembangunan jalan baru di Desa Sepaso Kecamatan Bengalon senilai Rp 2,5 miliar. Kesembilan, bantuan dana provinsi Kaltim untuk biaya pengadaan alat peraga KIT IPA, IPS SD, SLTP,dan SLTA 20 paket senilai Rp 2 miliar. Kesepuluh, adalah bantuan dana untuk insentif guru dan Bosda Kaltim senilai Rp 3 miliar. Kesebelas, bantuan dana untuk pengembangan hortikultura senilai Rp 800 juta. Kedua belas, bantuan dana untuk peningkatan sarana dan prasarana pertanian senilai Rp 675 juta. Ketiga belas, subsidi provinsi Kaltim untuk alat mesin pertanian senilai Rp 499 juta. Keempat belas, bantuan dana untuk sertifikasi lahan usaha pertanian senilai Rp 300 juta.
Selanjutnya kepada anggota DPRD Kaltim masing-masing Zainal Haq, Ismail, Gamalis, Syaifudin, Zain Taufikurahman,dan Fatra Satya, Wabup menyampaikan Pemkab Kutim masih kekurangan Bosda senilai Rp 497.500.000 untuk 398 pelajar SLTA. Begitu pula insentif guru masih kekurangan Rp 633.600.000 untuk 176 pegawai negeri sipil (PNS) yang baru.
“Kutim juga masih memerlukan pembangkit listrik tenaga surya 100 unit untuk Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Sandaran, serta 250 unit untuk Kecamatan Busang dengan nilai Rp 1 miliar. Untuk bidang perhubungan diperlukan dana Rp 600 juta untuk pengadaan 2 unit mobil derek, serta pengadaan rambu-rambut laut untuk Kecamatan Sangatta Utara, Sangkulirang dan Kecamatan Sandaran senilai Rp 500 juta,” paparnya.
Dari sektor kesehatan, Kutim memerlukan bantuan dana dari provinsi Kaltim untuk pengadaan alat kesehatan (alat picu jantung) di RSUD Sangatta senilai Rp 5 miliar. Berikut pengadaan tempat tidur pasien di RSUD Sangatta senilai Rp sebanyak 100 unit senilai Rp 2,5 miliar.
Biaya operasional Puskesmas 24 jam (pengadaan obat, alat kesehatan, tempat tidur pasien) untuk Puskesmas Kecamatan Muara Wahau senilai Rp 1,5 miliar.
“Dari sektor pertanian dalam arti luas dan biaya pembangunan infrastruktur, Pemkab Kutim memerlukan dana miliaran rupiah,” tambah Wabup Ardiansyah. (kmf2/san/kaltimpost.co.id/27/04/2011)




