Gubernur Kaltim Minta Tiga Bupati Bangun Perbatasan
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta tiga Bupati di Kalimantan Timur untuk menjadi ujung tombak pembangunan perbatasan RI-Malaysia.
Ia meminta Bupati Nunukan Basri, Bupati Malinau Yansen dan Bupati Kutai Barat Thomas untuk benar-benar menjadi ujung tombak Pemprov Kaltim untuk membangun kawasan perbatasan.
“Kabupaten Nunukan ini menduduki posisi strategis sebagai kabupaten perbatasan bersama Malinau dan Kutai Barat. Panjang perbatasan kita mencapai 1038 kilometer. Sehingga peranan perbatasan haruslah benar-benar mendapatkan prioritas,” kata Awang, saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Basri-Asmah Gani sebagai Bupati-Wakil Bupati Nunukan 2011-2016, Selasa (31/5/2011) di Gedung DPRD Kabupaten Nunukan.
Pada kesempatan itu Awang juga menegaskan jika tahun ini diprediksi Kalimantan Utara akan berdiri.
“Hari ini saya nyatakan, bahwa Alhamdulilah usulan pemekaran untuk pembentukan Kalimantan Utara telah memenuhi syarat semuanya. Saya selaku Gubernur Kalimantan Timur ikhlas melepas sebagian Kalimantan TImur menjadi Kalimantan Utara. Ada Pak Luther, Pak Aus, Pak Aksa Mahmud terima kasih atas dukungannya. Kita targetkan pada tahun ini Propinsi Kalimantan Utara sudah berdiri. Terima kasih juga kepadadDr Yusuf dan teman-teman sebagai tim sukses,” ujarnya.
Selain itu ada dua kabupaten dan satu kota selain Kaltara yang akan berdiri yakni Kabupaten Mahakam Hulu di Kutai Barat yang sudah memenuhi syarat. Selanjutnya Kutai Pesisir di Kutai Kertanegara yang putusan DPRD sudah tetapi keputusan Bupati belum ada.
“Kalau keputusan Bupatinya sudah ada itu segera kita dorong,” ujarnya.
Selain itu ada satu lagi daerah otonomi baru Kecamatan Sebatik menjadi Kota Sebatik. Ia berharap Basri dan Asmah Gani serta DPRD Nunukan untuk segera memekarkan kecamatan-kecamatan di Sebatik.
“Segera saja itu dimekarkan. Gubernur pasti mendukungnya kalau parlu hari ini saya teken. Setelah memenuhi syarat segera kita dorong ke Senayan. Saya jamin itu bersama-sama dengan Kutai Barat bahkan kalau bisa dengan Kutai Persisir. Saya yakin kesejahteraan masyarakat akan bisa kita wujudkan. Apalagi Kota Sebatik langsung berhadapan dengan Tawau. Kita akan buat Tawau kedua di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia mengingatkan, perbatasan menjadi beranda republik yang harus dibangun dengan bagus. Karena itu dia mengajak agar itu segera terwujud.(tribunnews.com/31/05/2011)




