Kaltim Kekurangan 1.766 Bidan
SAMARINDA - Kaltim masih kekurangan banyak tenaga dokter, dari minimal 1.420 orang yang dibutuhkan, baru tersedia 967 dokter. Berbanding terbalik dengan jumlah perawat di Kaltim, dari 4.153 orang yang dibutuhkan kini jumlahnya mencapai 6.003 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim M Syafak Hanung mengatakan, Kaltim kekurangan 463 dokter. Dengan jumlah yang ada sekarang, perbandingan antara populasi dengan jumlah dokter di Kaltim belum seimbang. Dengan ratio penduduk 3,5 juta orang diharapkan ada penambahan 463 tenaga medis di seluruh wilayah Kaltim.
“Kalau perawat jumlahnya lebih 1.850 orang dari yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara jumlah dokter spesialis dianggap cukup. Dari 213 orang yang dibutuhkan, kini terdapat 319 dokter spesialis. Namun Syafak menyebut untuk spesialisasi tertentu jumlah dokter spesialis dianggap kurang. Yang mencolok adalah kekurangan bidan, Kaltim kekurangan 1.766 bidan dari 3.550 yang dibutuhkan.
“Kita punya 1.784 bidan saat ini tapi jumlah ini sangat kurang,” ujarnya.
TAMBAH UNIVERSITAS
Di bagian lain, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, kekurangan tenaga medis di Kaltim akan segera terpenuhi dalam waktu dekat. Ini menyusul rencana pembangunan institut dan universitas di Kaltim. Faroek mengatakan sebuah rencana pendirian Institut Teknologi Kalimantan (ITK), perguruan tinggi berskala international yang diplot sejajar dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jawa Barat. Pembangunannya mulai dilakukan di Balikpapan tahun 2012 nanti. Faroek mengatakan, sudah menyiapkan dua areal lahan seluas 120 hektare dan 150 hektare.
“Sudah kita siapkan. Tinggal dipilih yang mana. Ini akan jadi kebanggaan Kaltim,” katanya.
Faroek juga menyambut positif peningkatan status Politeknik Balikpapan menjadi Universitas Negeri. Perubahan status ini masuk agenda pemerintah melalui Kementerian Pendidikan.
“Politeknik Balikpapan menyusul Universitas Borneo di Tarakan yang menjadi negeri,” ujarnya.
Selain itu, Faroek mengungkapkan keinginan Kaltim membangun sekolah seni di Kutai Kartanegara (Kukar). Gedungnya akan dibangun dengan kolaborasi dana APBD Kaltim dan APBD Kukar berada di kompleks Universitas Kartanegara (Unikarta). Menurut informasi, di Indonesia baru tiga wilayah yang memiliki sekolah seni dan budaya ini, yaitu Jakarta, Jogjakarta dan Bali.
“Saat ini mau dibangun di Kaltim. Saya bicara dengan Bupati Kukar dengan beliau sangat mendukung. Negara yang bermartabat adalah yang mempertahankan budayanya,” ujarnya.(ri/far/kaltimpost.co.id/27/09/2011)




