Gubernur Kaltim Serahkan DIPA Rp 6,5 Triliun
SAMARINDA- Pemprov telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2010 dari Pemerintah Pusat, dengan total anggaran sebesar Rp 6,5 triliun. (lihat boks). Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2010 ini mengalami peningkatan signifikan yakni sekitar Rp 2,1 triliun dari DIPA 2009 yang hanya Rp 4,4 triliun.
Penyerahan DIPA Kaltim itu diterimakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Selasa (5/1) lalu di Jakarta. Dengan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara. "Memang ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi bagi saya itu masih sedikit, dibandingkan dengan banyaknya program pembangunan Kaltim yang harus kita laksanakan di 2010 ini," kata Awang ketika dikonfirmasi, Rabu (6/1) di Lamin Etam.
Menurutnya, usai diterima secara simbolis, Kamis (7/1) hari ini di Kantor Gubernur Kaltim. DIPA akan langsung diserahkan kepada kabupaten dan kota se-Kaltim. Kepada seluruh bupati dan walikota diharapkan kehadirannya untuk menerima DIPA tersebut. "Sengaja kami langsung ekstra cepat lakukan penyerahannya, supaya Kabupaten dan Kota maupun SKPD dapat langsung melaksanakan proyeknya. Selain itu, besok (hari ini, red) juga akan dilaksanakan acara Kaltim Summit yang dirangkai dengan pencanganan Kaltim sebagai daerah kluster industri kelapa sawit oleh Menteri Perindustrian. Jadi sudah dipastikan semua Bupati dan Walikota ada di Samarinda," ujarnya.
Sesuai amanah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam setiap penyerahan DIPA kepada daerah-daerah, Awang mengemukakan, Presiden senantiasa berpesan agar pelaksanaan anggaran di tahun 2010 ini dilakukan dengan lebih berhati-hati, tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga program pelaksanaan pembangunan yang telah terencana dalam DIPA itu terserap maksimal.
"Sesuai pesan Presiden setelah penyerahan DIPA ini, segera mempercepat proses tender. Karena kalau cepat tepat dan sesuai dengan peruntukannya anggaran yang saat ini menggunakan sistem transfer segera dapat dicairkan dari pusat. Dan jika itu kemudian lambat dilaksanakan, maka anggarannya akan hangus. Itu sudah aturannya," jelasnya.
Karena itu, atas nama Pemprov, dia juga mengimbau kepada bupati dan walikota agar dapat mengingatkan SKPD yang menangani DIPA tersebut untuk segera mempercepat proses tendernya.
"Lagipula sekarang ini kan sudah canggih. Sudah ada proses lelang melalui elektronik. Jadi semua gampang dan mudah dan bisa dilaksanan dengan cepat. Sekali lagi saya mintakan, agar setelah DIPA ini diterima langsung dilaksanakan sesuai dengan tata aturan yang berlaku," ujarnya denga tegas. (m khaidir)
DIPA 2010 KALTIM
* Uraian * Pagu Dana
- Sektoral Rp 4.112.538.943
- Dekonsentrasi Rp 503.346.037
- Tugas pembantuan Rp 135.866.117
- Urusan bersama Rp 166.509.125
- DAU Rp 1.414.946.172
- DAK Rp 235.408.100
Total Rp 6.568.614.494 (aid)
Sumber : tribunkaltim.co.id, 07/01/2010
Penyerahan DIPA Kaltim itu diterimakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Selasa (5/1) lalu di Jakarta. Dengan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara. "Memang ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi bagi saya itu masih sedikit, dibandingkan dengan banyaknya program pembangunan Kaltim yang harus kita laksanakan di 2010 ini," kata Awang ketika dikonfirmasi, Rabu (6/1) di Lamin Etam.
Menurutnya, usai diterima secara simbolis, Kamis (7/1) hari ini di Kantor Gubernur Kaltim. DIPA akan langsung diserahkan kepada kabupaten dan kota se-Kaltim. Kepada seluruh bupati dan walikota diharapkan kehadirannya untuk menerima DIPA tersebut. "Sengaja kami langsung ekstra cepat lakukan penyerahannya, supaya Kabupaten dan Kota maupun SKPD dapat langsung melaksanakan proyeknya. Selain itu, besok (hari ini, red) juga akan dilaksanakan acara Kaltim Summit yang dirangkai dengan pencanganan Kaltim sebagai daerah kluster industri kelapa sawit oleh Menteri Perindustrian. Jadi sudah dipastikan semua Bupati dan Walikota ada di Samarinda," ujarnya.
Sesuai amanah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam setiap penyerahan DIPA kepada daerah-daerah, Awang mengemukakan, Presiden senantiasa berpesan agar pelaksanaan anggaran di tahun 2010 ini dilakukan dengan lebih berhati-hati, tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga program pelaksanaan pembangunan yang telah terencana dalam DIPA itu terserap maksimal.
"Sesuai pesan Presiden setelah penyerahan DIPA ini, segera mempercepat proses tender. Karena kalau cepat tepat dan sesuai dengan peruntukannya anggaran yang saat ini menggunakan sistem transfer segera dapat dicairkan dari pusat. Dan jika itu kemudian lambat dilaksanakan, maka anggarannya akan hangus. Itu sudah aturannya," jelasnya.
Karena itu, atas nama Pemprov, dia juga mengimbau kepada bupati dan walikota agar dapat mengingatkan SKPD yang menangani DIPA tersebut untuk segera mempercepat proses tendernya.
"Lagipula sekarang ini kan sudah canggih. Sudah ada proses lelang melalui elektronik. Jadi semua gampang dan mudah dan bisa dilaksanan dengan cepat. Sekali lagi saya mintakan, agar setelah DIPA ini diterima langsung dilaksanakan sesuai dengan tata aturan yang berlaku," ujarnya denga tegas. (m khaidir)
DIPA 2010 KALTIM
* Uraian * Pagu Dana
- Sektoral Rp 4.112.538.943
- Dekonsentrasi Rp 503.346.037
- Tugas pembantuan Rp 135.866.117
- Urusan bersama Rp 166.509.125
- DAU Rp 1.414.946.172
- DAK Rp 235.408.100
Total Rp 6.568.614.494 (aid)
Sumber : tribunkaltim.co.id, 07/01/2010




