Gubernur: Untuk Penguatan Pertahanan Nasional
• Pembangunan Perbatasan dan Pulau-pulau Terluar
SAMARINDA - Pembangunan perbatasan dan pulau-pulau terluar di Kalimantan Timur akan terus diupayakan untuk kepentingan kemajuan daerah dan penguatan pertahanan nasional. Penegasan tersebut kembali disampaikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (21/1) di kantor gubernur saat menerima kunjungan pengusaha Malaysia.
SAMARINDA - Pembangunan perbatasan dan pulau-pulau terluar di Kalimantan Timur akan terus diupayakan untuk kepentingan kemajuan daerah dan penguatan pertahanan nasional. Penegasan tersebut kembali disampaikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (21/1) di kantor gubernur saat menerima kunjungan pengusaha Malaysia.
"Pemprov Kaltim akan terus memperjuangkan pembangunan perbatasan termasuk pulau-pulau terluar yang ada di kawasan utara Kaltim. Program yang akan kami rencanakan adalah program transmigrasi nelayan," tegas Awang.
Kepada para pengusaha Malaysia tersebut gubernur mengungkapkan berbagai potensi perikanan dan keluatan yang sangat potensial di Kalimantan Timur termasuk di kawasan utara yang di dalamnya terdapat gugusan pulau-pulau. Para transmigran akan didatangkan dari daerah luar Kaltim dengan kerjasama beberapa provinsi atas dukungan pemerintah pusat. Program ini sekaligus akan mendukung program lainnya seperti pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Sebatik.
Secara umum program ini menawarkan pembangunan kawasan perbatasan. Harus diakui kata Awang, perbatasan Malaysia Sabah dan Tawao lebih maju dibanding Nunukan dan Sebatik. Meski demikian, Awang berpendapat bahwa pembangunan yang akan dilakukan di kawasan itu tak harus membuat hubungan antara Malaysia dan Indonesia menjadi terganggu. Justru menurut Awang, Pemprov Kaltim sangat terbuka untuk melakukan kerjasama terutama dengan para pengusaha Malaysia untuk melakukan investasi salah satunya adalah pembangunan cool storage.
"Nanti nelayan Indonesia tidak harus ke Malaysia untuk menjual ikan kalau cool storage bisa dibangun di Nunukan. Bapak silakan bawa industri bapak ke Kaltim, kami jual ikannya. Asal sama-sama menguntungkan, jangan ada yang nakal-nakal," kata gubernur.
Di akhir paparanya, Awang sempat memberi guyonan bernada sindiran. Pembangunan kawasan perbatasan juga sarat kepentingan untuk memperkuat pertahanan nasional Indonesia. "Pulau-pulau terluar itu harus segera diisi, kami takut kalau dibiarkan nanti diklaim lagi sama Malaysia. Seperti Sipadan dan Ligitan. Lama-lama habis pulau kami diambil Malaysia," ujar Awang disambut senyum para pengusaha Malaysia. (sul/hmsprov/kaltimprov.go.id/ 25/01/10)




