Syafruddin Pernyata Kepala Badan Perpustakaan
SAMARINDA – Mutasi pejabat struktural dilingkup Pemprov untuk kesekian kalinya dilaksanakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Sebanyak 34 pejabat mulai dari Eselon II, III hingga IV, serta jabatan di Badan Pengawas Perusahaan Daerah (Perusda) Kelistrikan, Melati Bhakti Satya (MBS) dan Pertambangan Bara Kaltim.
Jabatan Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangun yang selama ini dirangkap oleh Sulaiman Gafur yang juga Penjabat (Pj) Bupati Kukar, kini sudah resmi dijabat oleh Muhammad Sya'bani, mantan Kepala Dishub Kaltim. Asisten IV bidang Keuangan dan Kepegawaian, dipegang oleh M Aswin, mantan Sekkab Kukar. Pejabat lama, Ibnu Nirwani sudah masuk pensiun.
Jabatan Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangun yang selama ini dirangkap oleh Sulaiman Gafur yang juga Penjabat (Pj) Bupati Kukar, kini sudah resmi dijabat oleh Muhammad Sya'bani, mantan Kepala Dishub Kaltim. Asisten IV bidang Keuangan dan Kepegawaian, dipegang oleh M Aswin, mantan Sekkab Kukar. Pejabat lama, Ibnu Nirwani sudah masuk pensiun.
Yang menarik, gubernur akhirnya menggeser Syafruddin Pernyata dari jabatan Kepala Disdik Kaltim. Sebelumnya sempat terjadi polemik di media agar Syafruddin Pernyata mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan tersebut. Namun dia menolak membuat surat pengunduran diri.
Kini Syafruddin yang dikenal sebagai pejabat yang cerdas dan cekatan itu menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Perpusatakaan Daerah. Perpustakaan ini terletak di jalan Juanda. Sedang penggantinya Musyahrim. Musyahrim sebelum ini adalah Sekretaris Disdik Kaltim.
"Mutasi ini dilakukan karena banyak hal, khususnya mengisi kekosongan jabatan setelah pejabat sebelumnya pensiun. Misalnya seperti Muhammad Sya'bani dan Aswin itu, kami melihat mereka berdua memiliki kompetensi dan pengalaman dibidang masing-masing, sehingga wajar menempati jabatan Asisten," kata Awang yang ditemui usai melantik dan mengambil sumpah jabatan, Selasa (26/1) di kantor Gubernur.
Selain itu dikatakannya, ada sedikit perubahan nomenklatur dijabatan Staf Ahli Gubernur, sebab untuk menyesuaikan kebutuhan dan program prioritas pembangunan di Kaltim saat ini. Misalnya tak ada lagi Staf Ahli bidang lingkungan yang sebelumnya dijabat oleh Adi Buhari yang saat ini sudah pensiun, dengan digantikan dengan Staf Ahli bidang pembangunan dijabat oleh Sulaiman Gafur.
"Begitupula saya memasukkan nama Yudha Pranoto untuk Staf Ahli bidang hukum, politik danm pemerintahan. Profesi Yudha sebagai TNI dengan jabatan Letnan Kolonel, untuk memperkuat program kita dalam membangun kawasan perbatasan," ujarnya.
Ditambahkannya, mutasi itu telah melalui berbagai pertimbangan khususnya oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kaltim, sehingga diharapkan dengan jabatan yang baru pejabat itu bisa melaksanakan tugasnya dengan benar.
"Ingat, bahwa kita ini semua adalah pelayan masyarakat. Karena itu saya meminta semua pegawai negeri sipil dilingkup Pemprov baik yang sekarang menduduki jabatan baru atau yang tetap pada jabatannya untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja kita dalam memberikan pelayanan itu kepada masyarakat," imbau Awang.
Diakhir acara juga dilaksanakan penandatanganan Pakta Integritas kepada seluruh Pejabat yang dimutasi. Dikatakan Awang, Pakta Integritas adalah bukti dan keseriusan Pemprov dalam memberantas kecurangan dan penyimpangan khususnya yang berkaitan dengan perwujudan pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi. (aid/tribunkaltim.co.id/27/01/10)




