Maksimalkan Penggunaan Mahulu
Pemprov Turun Bersama KSA, Hitung Kerugian Jembatan Mahakam
SAMARINDA. Setelah Jembatan Mahakam ditabrak ponton RMA 352 Batam yang tengah ditarik KM Kumala milik PT PT Kartika Samudra Adijaya (KSA), Sabtu (23/1), Pemprov mulai mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah lagi. Ini termasuk kemungkinan jembatan itu roboh.
Salah satunya adalah lebih memaksimalkan penggunaan Jembatan Mahkota Ulu (Mahulu), sehingga beban yang ada di Jembatan Mahakam bisa dikurangi. Memang masih ada kendala terkait penggunaan Jembatan Mahulu, terutama terkait akses jalan menuju Jembatan Mahulu yang belum maksimal dibangun.
SAMARINDA. Setelah Jembatan Mahakam ditabrak ponton RMA 352 Batam yang tengah ditarik KM Kumala milik PT PT Kartika Samudra Adijaya (KSA), Sabtu (23/1), Pemprov mulai mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah lagi. Ini termasuk kemungkinan jembatan itu roboh.
Salah satunya adalah lebih memaksimalkan penggunaan Jembatan Mahkota Ulu (Mahulu), sehingga beban yang ada di Jembatan Mahakam bisa dikurangi. Memang masih ada kendala terkait penggunaan Jembatan Mahulu, terutama terkait akses jalan menuju Jembatan Mahulu yang belum maksimal dibangun.
"Soal itu akan kita koordinasikan terus, kita minta segera diselesaikan. Terutama soal pembebasan lahan yang belum selesai dilakukan. Itu tugas Pemkot, kita sudah koordinasi, minta segera diselesaikan," ungkap Asisten II Setprov Kaltim M Sa'bani kepada Sapos, kemarin
Itu pun juga soal kabel milik PLN dan Telkom yang menjuntai terlalu rendah, pihaknya juga sudah meminta kepada pihak terkait untuk memperbaikinya.
"Itu sudah kita lakukan, mereka (Telkom dan PLN, Red) siap memperbaikinya. Kita minta secepatnya dilakukan, sehingga penggunaan Mahulu bisa lebih cepat dimaksimalkan," katanya lagi.
Untuk kerusakan yang terjadi di Jembatan Mahakam, pihaknya juga minta segera diperbaiki. Tetapi langkah awal yang akan dilakukan adalah menghitung apa saja kerusakannya dan berapa kerugian yang diakibatkan. Dalam beberapa hari ke depan pihaknya sudah menjadwalkan menurunkan tim bersama, terdiri Dinas PU Kaltim dan perusahaan pemilik ponton yang menabraknya.
"Sehingga bisa diketahui apa saja kerusakan yang terjadi dan berapa kerugiannya, jadi tidak mengada-ngada. Kita ingin semuanya dihitung dengan benar dan transparan," ungkapnya lagi.
Pihaknya meminta, perusahaan pun tak lari dari tanggungjawab. Ia mengakui, dari beberapa kali koordinasi yang dilakukan Pemprov Kaltim dan perusahaan penabrak, tidak ada indikasi perusahaan melarikan diri. Mereka pun ikut dalam beberapa kali rapat koordinasi yang dilakukan.
"Pada prinsipnya mereka (perusahaan penabrak, Red) siap bertanggungjawab dan merugi kerusakan yang diakibatkan dari tabrakan itu. Makanya, akan kita hitung secara transparan," tuturnya lagi.
Disinggung soal ganti rugi kerusakan Jembatan Mahulu, yang juga dilakukan oleh pihak KSA, menurutnya lain cerita. Untuk sementara ini pihaknya masih fokus pada kerusakan yang terjadi di Jembatan Mahakam, sehingga semua persoalan didudukan pada porsinya. (ias/sapos.co.id/10/02/2010)




