Gubernur Malah Masuk Kelas
SAMARINDA – Di tengah guyuran hujan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan SMK di kota Samarinda, Senin (22/3) tetap berjalan lancar. Sejumlah rombongan pejabat memantau pelaksanaan UN kemarin. Sebagian besar pejabat mematuhi larangan tidak masuk kelas selama ujian berlangsung. Kecuali Gubernur Awang Faroek.
Ia terlihat memasuki ruang kelas di SMAN 1 Samarinda saat ujian belum berakhir. Ini berbeda dengan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Fadli Illa. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Harimurti WS, Fadli hanya bisa memantaunya dari luar kelas saat memantau di sejumlah sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Arifin Idris, juga tampak hadir dalam rombongan Fadli Illa. SMAN 1 menjadi lokasi pertama yang dituju. Fadly mengitari beberapa kelas yang dipakai siswa peserta UN. Rombongan hanya bisa menyaksikan peserta UN dari balik jendela dan luar pintu kelas.
Mereka juga tidak bisa berlama-lama karena dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi murid dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Rombongan kemudian beralih ke SMKN 1, Jalan Ahmad Dahlan. Hampir di setiap jendela kelas tertempel tulisan: "Dilarang masuk selama ujian berlangsung kecuali peserta dan pengawas ujian". Larangan ini dikeluarkan sesuai aturan dari Badan Nasional Standardisasi Pendidikan (BNSP).
"Kami pun dilarang masuk kelas selama UN berlangsung," ucap Harimurti. Ia mengaku optimistis seluruh peserta UN di Samarinda meraih kelulusan 100 persen. "Peserta UN tidak perlu tegang menghadapi ujian ini. Karena apabila mereka tidak lulus ujian ini, maka mereka masih bisa mengikuti ujian ulangan," kata Hari.
Fadli menambahkan sejauh ini pelaksanaan UN berlangsung lancar tanpa kendala sedikitpun meskipun sempat turun hujan. "Saya hanya meminta PLN agar tidak memadamkan listrik selama pelaksanaan UN berlangsung," ucap Fadly. Rombongan melanjutkan pantauan ke SMKN 2 dan SMAN 2 Samarinda.
Pada hari yang sama, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak didampingi Kepala Disdik Kaltim, Musyahrim mengunjungi SMAN 1 untuk memantau pelaksanaan UN hari pertama. Hanya kunjungan Gubernur ini bertepatan dengan detik-detik jam ujian berakhir. Semula Awang hanya menyaksikan murid dari luar pintu kelas. Namun beberapa kelas terakhir yang dikunjungi, Awang memberanikan masuk kelas.
"Saya doakan kalian lulus semua," kata Awang yang segera diamini murid-murid serentak. Beberapa wartawan menanyakan kenapa Gubernur diperbolehkan masuk kelas. Kepala Sekolah SMAN 1 Samarinda, Suwardi menanggapi seluruh peserta ujian sudah mengerjakan semua soal, jadi gubernur diperbolehkan masuk.
"Mereka tinggal menunggu bel berbunyi tanda ujian berakhir, sekitar 2-3 menit lagi," kata Suwardi sembari melirik jam tangannya. Sementara itu pantauan Tribun, sebagian besar murid memang sedang menunggu bel berbunyi. Namun, satu-dua orang masih tampak tergesa-gesa mengisi lembar jawaban komputer dengan pensil 2B. (top)
Imbau Siapkan Genset
HARI kedua pelaksanaan UN, Selasa (23/3) hari ini, peserta UN akan menghadapi soal-soal listening Bahasa Inggris. Meski PLN sudah menjamin tidak akan ada pemadaman listrik, tapi masih muncul kekhawatiran pemadaman tetap akan terjadi. Mengantisipasi kemungkinan itu, Gubernur Awang Faroek mengimbau setiap sekolah agar menyiapkan cadangan genset.
"PLN sendiri sudah menjamin tidak akan ada pemadaman besok (hari ini), tapi sebaiknya tiap sekolah tetap harus menyiapkan cadangan genset. Ini sudah diantisipasi lewat Dinas Pendidikan setempat," kata Awang usai memantau pelaksanaan UN di SMAN 1, Senin (22/3).
Awang mengaku sangat senang penyelenggaraan UN di Kaltim berlangsung aman dan lancar. "Saya melihat pelaksanaan UN di Samarinda berjalan dengan baik. Saya juga berharap di seluruh Kaltim juga demikian, semua berjalan dengan lancar," tambahnya. Tak lupa, Awang mendoakan peserta UN kali ini bisa sukses dan lulus semua. "Kenapa demikian? Kalau mereka (peserta UN) berhasil, maka itu berarti mutu pendidikan Kaltim boleh dikatakan berhasil," tegas Awang. Terkait kebijakan baru dimana peserta UN yang tidak lulus bisa mengikuti ujian ulangan, Awang menyambut baik. "Saya kira ini merupakan satu kebijakan yang baik dan menguntungkan bagi anak-anak. Jadi mereka tidak perlu kecewa jika tak lulus karena masih ada kesempatan untuk mengulang," tutur Awang. (top/tribunkaltim.co.id/23/03/2010)




