PNS Jangan Jadi Pegawai Terselubung
KENDARI--MI: Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam mengingatkan kepada pegawai negeri sipil (PNS) lingkup provinsi, kabupaten dan kota se-Sultra agar tidak menjadi pegawai terselubung yang hanya masuk untuk absen kemudian pulang sebelum usai jam kerja.
"Saya minta seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Sultra agar menerapkan disiplin pegawai yang ketat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Gubernur Sultra saat membuka Orientasi CPNSD Formasi Tahun 2009 di Kendari, Senin (5/4).
Menurut gubernur, selama ini banyak PNS di lingkup Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Sultra, tertunda kenaikan pangkat dan golongannya karena melakukan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil.
"Para PNS tersebut bukan karena mereka tidak mendapatkan jabatan atau kedudukan di instansinya, tapi memang mereka selain malas masuk kantor, juga tidak memiliki kecintaan terhadap apa yang sudah disandang sebagai pegawai negeri sipil," ujarnya.
Padahal, kata gubernur, mereka yang diangkat menjadi PNS, baik melalui formasi umum maupun data base adalah keberuntungan yang harus disyukurinya karena masih banyak masyarakat lain di Sultra yang belum beruntung menjadi PNS.
"Oleh karena itu, saya minta agar disiplin benar-benar ditegakkan serta profesionalisme sebagai abdi masyarakat dan abdi negara benar-benar dijalankan sesuai dengan fungsinya. Jangan karena sudah mendapat nomor induk pegawai (NIP) lalu seenaknya saja masuk kantor, " kata gubernur.
Gubernur Sultra yang didampingi Wakil Gubernur HM Saleh Lasata, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra juga mengingatkan, sebagai PNS harus memahami dan mengetahui program dan visi misi Pemerintah Provinsi Sultra yang dikenal 'Bank Sejahtera', dengan tiga program pokok utama dalam program membangun kesejahteraan masyarakat (BAHTERAMAS).
Tiga program dimaksud adalah pemberian dana bantuan hibah Rp100 juta untuk setiap desa/kelurahan, pengobatan cuma-cuma bagi masyarakat miskin, dan pembebasan biaya sekolah secara gratis mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas.
Gubernur Sultra mengharapkan CPNS baru agar memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat diinstansinya masing-masing. "Jangan karena baru hari ini dilantik sebagai pegawai negeri sipil, langsung ngotot untuk meminta-minta jabatan, tapi perlihatkanlah kinerja yang baik untuk mempercepat proses menduduki suatu jabatan tersebut," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sultra, Tony Herbiyansah menyampaikan, jumlah CPNSD yang mengikuti orientasi sebanyak 556 orang meliputi formasi data base sebanyak 239 orang dan formasi umum sebanyak 317 orang.
Kegiatan orientasi CPNSD tersebut berlangsung 5-10 Maret 2010 dengan kegiatan dalam kelas tentang pengetahuan umum, dan di luar kelas berupa kegiatan fisik. (Ant/OL-04/mediaindonesia.com/08/04/2010)




