Rumah Sakit Pemerintah Sumbang PAD Rp238,8 Miliar
Tapi Belum Sebanding dengan Operasional
SAMARINDA. Pendapatan Asli Daerah (PAD yang berasal dari 3 rumah sakit milik daerah, yakni RSUD AW Sjahranie, RSUD Kanujoso Balikpapan dan RSUD Tarakan memang cukup besar, mencapai 238,8 miliar. Itu diperoleh pada tahun 2009 lalu, sementara di tahun 2010 ini memang diharapkan akan lebih meningkat. Tetapi bila dibandingkan dengan 3 rumah sakit itu, sesuai data yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kaltim, RSUD AW Sjahranie memang yang paling tinggi, yakni Rp 102,8 miliar disusul RSUD Kanujuso Rp 83,7 miiliar kemudian RSUD Tarakan Rp 52,3 miliar.
"Setiap tahunnya, tiga RSUD milik pemerintah wajib melapor hasil pendapatannya, kendati predikat mereka adalah Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yakni mengelola sendiri dari pendapatan yang dihasilkan tersebut," kata Kepala Dispenda Kaltim Hazairin Adha, kemarin
Menurutnya, karena BLUD, pemerintah hanya mendapatkan laporannya saja, tak ada pemasukan untuk kas daerah. Kendati begitu pemprov masih memberikan subsidi untuk belanja pegawainya, seperti membayar gaji, karena pegawai dari RSUD berplat merah tersebut adalah berstatus PNS.
"Saya tak hafal berapa jumlah pegawai di rumah sakit itu, tetapi karena status mereka PNS, maka masuk data basenya Pemprov atau tanggungjawab Pemprov secara keseluruhan dalam urusan gaji dan belanja pegawai lainnya itu," ujarnya.
Sementara Kepala Bappeda Kaltim Rusmadi mengemukakan, pendapatan tiga RSUD khususnya RSUD AW Sjahranie memang besar, namun itu tak sebanding dengan pengeluarannya, sehingga Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kaltim 2010 beberapa waktu lalu, tetap mencantumkan tiga RSUD itu disubsidi.
"Kita bicara RSUD AW Sjahranie saja, setiap tahunnya operasionalnya mencapai Rp300 miliar. Kalau pendapatannya Rp102 miliar, sudah sangat jelas tidak cukup atau kurang. Makanya tetap kita masukkan RSUD milik pemerintah dalam daftar usulan di Musrebangnas, meskipun status mereka sudah BLUD," kata Rusmadi belum lama ini.
Tetapi diharapkannya, dengan peningkatan pembangunan gedung yang terus dilakukan dan saat ini megah, pendapatan di RSUD AW Sjahranie akan lebih meningkat. Tetapi tentu saja dari segi pelayanan kepada pasien yang datang tidak boleh diabaikan. (ias/sapos.co.id/21/04/2010)




